Tribun

Aksi Protes di Thailand: Plakat Menentang Raja Dicopot, Demonstran yang Memasangnya Akan Dihukum

Plakat yang dipasang oleh para demonstran yang bertuliskan, "Thailand adalah milik rakyat, bukan milik raja" dicopot.

Aksi Protes di Thailand: Plakat Menentang Raja Dicopot, Demonstran yang Memasangnya Akan Dihukum
Lillian SUWANRUMPHA, Jack TAYLOR / AFP
Foto kombinasi yang dibuat pada 21 September 2020 ini menunjukkan plakat peringatan yang ditempatkan oleh para pemimpin protes pro-demokrasi pada 20 September 2020 (kiri) dan ruang kosong setelah plakat dicopot pada 21 September 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Plakat yang dipasang oleh para demonstran di Thailand telah dicopot, Senin (21/9/2020).

Plakat itu bertuliskan, "Thailand adalah milik rakyat, bukan milik raja."

Dilansir BBC, plakat itu baru dipasang satu hari.

Plakat dicopot karena dipandang sebagai tindakan berani yang mengkritik monarki.

Demonstran yang memasang plakat itu kini berpotensi dikenai hukuman penjara maupun denda.

Polisi mengatakan, mereka sedang menyelidiki plakat yang hilang itu.

Wakil kepala polisi Bangkok, Piya Tawichai juga memperingatkan, mereka mungkin akan menuntut para pengunjuk rasa yang memasang plakat itu, menurut Reuters.

Baca: Banyak Turis Tinggalkan Sampah, Thailand Bakal Kembalikan Sampah yang Dibuang Wisatawan

Baca: Aksi Unjuk Rasa Terbesar di Thailand Tuntut Reformasi Kerajaan dan Copot Perdana Menteri

Foto kombinasi yang dibuat pada 21 September 2020 ini menunjukkan plakat peringatan yang ditempatkan oleh para pemimpin protes pro-demokrasi pada 20 September 2020 (kiri) dan ruang kosong setelah plakat dicopot pada 21 September 2020.
Foto kombinasi yang dibuat pada 21 September 2020 ini menunjukkan plakat peringatan yang ditempatkan oleh para pemimpin protes pro-demokrasi pada 20 September 2020 (kiri) dan ruang kosong setelah plakat dicopot pada 21 September 2020. (Lillian SUWANRUMPHA, Jack TAYLOR / AFP)

Pada hari Sabtu, aksi protes besar-besaran terjadi di dekat Grand Palace, Bangkok.

Ribuan orang menentang pihak berwenang untuk menuntut perubahan.

Plakat "Thailand adalah milik rakyat, bukan milik raja" dipasang di lapangan Sanam Luang yang bersejarah diiringi suara sorak-sorai pada Minggu (20/9/2020) pagi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas