Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

2 Sejarah Baru Amerika Jika Joe Biden dan Kamala Harris Dilantik Jadi Presiden dan Wakil Presiden

Joe Biden dan Kamala Harris akan mencatat sejarah baru jika dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat.

2 Sejarah Baru Amerika Jika Joe Biden dan Kamala Harris Dilantik Jadi Presiden dan Wakil Presiden
JIM WATSON / AFP
Kandidat Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan Senator AS dan kandidat Wakil Presiden, Kamala Harris di Wilmington, Delaware, pada 5 November 2020. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Joe Biden dan Kamala Harris akan mencatat sejarah baru jika dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat.

Jalan Joe Biden dan Kamal Haris menuju Gedung Putih semakin terbuka lebar setelah mengantongi 273 electoral votes, melebihi minimal 270 electoral votes yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilihan Presiden AS.

Sementara rivalnya Donald Trump-Mike Pence hanya meraih 214 electoral votes, menurut data Edison Research.

Unggulnya suara yang dikantongi Joe Biden dan Kamala Harris membuat keduanya mendapat pengamanan ketat dari Paspampres.

Baca juga: 20 Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat kepada Presiden AS Terpilih Joe Biden, Menang Telak dari Trump

Bila tidak ada perubahan dan hambatan Joe Biden dan Kamala Harris akan dilantik menjadi Presiden Amerika pada 20 Januari 2020.

Bila nantinya dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat, Joe Biden akan menjadi presiden tertua di Amerika Serikat.

Mantan Wakil Presiden Barack Obama selama 2 periode itu bakal berusia 78 tahun saat dilantik tahun depan.

Sementara Kamala Harris yang merupakan senator dan mantan jaksa agung California, akan mengukir sejarah sebagai wanita kulit hitam pertama yang duduk di kursi nomor 2 Gedung Putih.

Baca juga: Joe Biden Menangkan Pilpres AS 2020, Akan Jadi Presiden Tertua dalam Sejarah Amerika Serikat

Terpilihnya Harris menghancurkan stigma bahwa hanya kaum laki-laki yang sebagian besar didominasi kulit putih yang bisa bercokol di level tertinggi politik AS selama lebih dari dua abad.

Harris yang juga menjadi orang pertama keturunan Asia Selatan yang menjadi wapres AS terpilih ini mewakili multi kulturalisme yang mendefinisikan AS, namun sebagian besar tidak terwakili dalam pusat-pusat kekuasan di Washington.

Identitasnya sebagai perempuan kulit hitam memudahkannya berbicara secara personal tentang kebrutalan polisi dan rasisme sistemik yang terjadi di AS.

Sebagai perempuan berposisi tertinggi yang pernah terpilih dalam pemerintahan AS, kemenangan Harris memberi harapan bagi kaum perempuan yang terpukul oleh kekalahan Hillary Clinton pada pilpres AS empat tahun silam.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas