Jepang Berlakukan Deklarasi Darurat Covid-19 Jilid II Hingga 7 Februari 2021, Apa Saja Aturannya?
Restoran, bar, karaoke diminta beroperasi sampai jam 8 malam dan jika berpartisipasi pada program tersebut, tiap hari mendapat subsidi 60.000 yen.
Editor: Dewi Agustina
Prefektur Osaka, Hyogo, dan Kyoto akhirnya melakukan penyesuaian akhir untuk meminta pemerintah mengeluarkan deklarasi darurat menyusul penyebaran virus corona di daerah Keihanshin.
"Ketiga prefektur ingin mengekang penyebaran infeksi dengan mengambil tindakan kooperatif, dan pada tanggal 8 Januari ini akan mengadakan pertemuan di markas penanggulangan Corona untuk memutuskan kebijakan," kata Gubernur Osaka, Hirofumi Yoshimura (45).
Dari 3 prefektur tersebut, Prefektur Osaka, yang dipastikan telah sebanyak 607 orang terinfeksi Covid-19, jumlah tertinggi yang pernah ada pada tanggal 7 Januari dan 1 Januari," katanya.
"Ada tanda-tanda yang jelas dari penyebaran infeksi. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil tindakan pertama."
Dia menyatakan telah membuat penyesuaian untuk meminta pemerintah mengeluarkan deklarasi darurat ke Prefektur Osaka.
Ketika deklarasi darurat dikeluarkan kemarin, setelah memperluas permintaan untuk mempersingkat jam kerja ke restoran yang menyajikan minuman beralkohol di Kota Osaka di seluruh prefektur, jam kerja di Osaka juga telah diberikan hingga jam 8 malam.
Namun kini akan meminta lagi darijam 11.00 sampai 19.00, diajukan satu jam lagi.
"Mengingat situasi di mana jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat pesat, kami harus mempertimbangkan untuk meminta pemerintah mengumumkan keadaan darurat," kata Gubernur Toshizo Ido dari Prefektur Hyogo.
Di Prefektur Hyogo, penyesuaian telah dilakukan untuk meminta restoran di Kota Kobe, di mana penyebaran infeksinya serius, untuk mempersingkat jam kerja tanpa menunggu pernyataan dikeluarkan.
Baca juga: BREAKING NEWS: PM Jepang Luncurkan Bantuan Untuk Restoran, Tenaga Honorer dan Kalangan Medis
"Saya pikir kami sedang mempertimbangkan permintaan untuk deklarasi darurat (PSBB)," kata Gubernur Takatoshi Nishiwaki dari Prefektur Kyoto.
PSBB perlu untuk mengimbangi Osaka dan Hyogo.
Ketiga prefektur ingin mengekang penyebaran infeksi virus corona di Keihanshin dengan mengambil tindakan kooperatif, dan pada tanggal 8 Januari ini akan mengadakan pertemuan di markas penanggulangan Corona untuk memutuskan kebijakan.
Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com