Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

POPULER INTERNASIONAL: Hakim Tertinggi Sarankan Pemerkosa Nikahi Korban | Aturan Pakaian Dalam Siswa

Simak berita populer internasional selama 24 jam terakhir, dari hakim tertinggi yang menyarankan pemerkosa menikahi korban hingga aturan pakaian dalam

POPULER INTERNASIONAL: Hakim Tertinggi Sarankan Pemerkosa Nikahi Korban | Aturan Pakaian Dalam Siswa
The Week
Ilustrasi pemerkosaan. Simak berita populer internasional selama 24 jam terakhir, dari hakim tertinggi yang menyarankan pemerkosa menikahi korban hingga aturan pakaian dalam siswa sekolah menengah di Nagasaki, Jepang. 

"Jika Anda ingin menikahi (dia), kami dapat membantu Anda."

"Jika tidak, Anda kehilangan pekerjaan dan masuk penjara," ujarnya, dilansir Guardian.

Hingga akhirnya, komentar Bobde kemudian memicu kehebohan.

Baca selengkapnya di sini>>>

Baca juga: Hampir Seluruh Wilayah Myanmar Dikabarkan Mati Listrik Akibat Kerusakan Sistem

Baca juga: Lagi, Satu Orang Tewas Saat Polisi Myanmar Tembaki Demonstran

2. AS Blokir Akses Kementerian Myanmar

Para pengunjuk rasa berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 1 Maret 2021.
Para pengunjuk rasa berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 1 Maret 2021. (STR / AFP)

Amerika Serikat pada Kamis (4/3/2021) mengumumkan langkah-langkah baru untuk menghukum militer Myanmar atas kudeta 1 Februari.

Negara adidaya tersebut memblokir Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri serta konglomerat militer tingkat elite dari jenis perdagangan tertentu.

Washington juga telah menerapkan pembatasan kontrol ekspor, mengharuskan pemasoknya di AS untuk mencari lisensi AS yang sulit diperoleh untuk mengirimkan barang-barang tertentu.

Tindakan itu diambil sebagai tanggapan atas tindakan brutal militer Myanmar yang semakin intensif terhadap demonstran damai yang menentang pengambilalihan kekuasaan dari pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, yang telah memenangkan pemilu nasional pada November 2020 lalu.

“Amerika Serikat tidak akan mengizinkan militer Myanmar untuk terus mendapat manfaat dari akses ke banyak barang atau produk,” kata Departemen Perdagangan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (4/3/2021) waktu setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat (5/3/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas