Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aniaya dan Injak Kaki Bayi Majikannya, WNI Dihukum 9 Bulan Penjara di Singapura

Di pengadilan terungkap Suliana mulai bekerja untuk keluarga majikannya pada Oktober 2018. Tugasnya termasuk mengurus keempat anak majikannya.

Aniaya dan Injak Kaki Bayi Majikannya, WNI Dihukum 9 Bulan Penjara di Singapura
http://www.ladbible.com
Ilustrasi penganiayaan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA—Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura divonis hukuman penjara sembilan bulan dan denda ratusan juta oleh pengadilan setelah terbukti dan mengaku berasalah telah menganiaya bayi majikannya yang masih berusia satu tahun.

Melansir The Straits Times, Selasa (6/4/2021), asisten rumah tangga (ART) Suliana Kasim Dapok (42) divonis sembilan bulan penjara setelah mengaku bersalah atas dua tuduhan penganiayaan dalam persidangan Senin (5/4/2021).

Warga Negara Indonesia (WNI) itu mengaku dirinya merasa kesal atas masalah pribadi dan melampiaskan rasa emosinya pada bayi laki-laki berusia satu tahun dengan menginjak kakinya dan mendorong kepalanya sampai dia jatuh.

Baca juga: Sepanjang Februari 2021 Hanya 200 WNI yang Memasuki Jepang

Di pengadilan terungkap Suliana mulai bekerja untuk keluarga majikannya pada Oktober 2018. Tugasnya termasuk mengurus keempat anak majikannya.

Bayi itu berada di rumah sekitar pukul 11.15 pagi pada 8 Mei tahun lalu, ketika dia muntah di karpet di ruang tamu.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Ben Mathias Tan mengatakan: "Terdakwa sedang dalam proses membersihkan karpet dengan deterjen ketika korban berjalan ke arah terdakwa.

Baca juga: Sosok Terduga Teroris di Tulungagung: Bolak-balik Jadi TKI, Sering Kunjungi Orang Tua saat Subuh

"Karena terdakwa tidak ingin korban bersentuhan dengan deterjen, terdakwa menyikut korban di wajahnya, menyebabkan korban jatuh ke lantai dan menangis."

Setelah itu, Suliana sedang berjalan menuju dapur setelah menyeka karpet ketika dia berpikir bahwa bayi itu akan memegang kakinya.

Untuk mencegahnya melakukan hal itu, dan karena frustrasi karena harus membersihkan muntahnya, dia menginjak lutut kanan sang bayi, menyebabkan dia menangis lebih keras.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas