Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

AS Peringatkan Maskapai Penerbangan agar Sangat Hati-hati saat Terbang di Perbatasan Ukraina-Rusia

FAA mendesak maskapai penerbangan untuk sangat berhati-hati ketika terbang di dekat perbatasan Ukraina-Rusia, pada Senin (19/4/2021).

AS Peringatkan Maskapai Penerbangan agar Sangat Hati-hati saat Terbang di Perbatasan Ukraina-Rusia
Flickr/ Jason O'Halloran
Ilustrasi pesawat. FAA mendesak maskapai penerbangan untuk sangat berhati-hati ketika terbang di dekat perbatasan Ukraina-Rusia, pada Senin (19/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Administrasi Penerbangan Federal Amerika (FAA) mendesak maskapai penerbangan untuk "sangat berhati-hati" ketika terbang di dekat perbatasan Ukraina-Rusia, pada Senin (19/4/2021).

Melansir Reuters, alasan FAA menyerukan perintah tersebut mengingat potensi risiko keselamatan penerbangan di wilayah tersebut.

Lewat pemberitahuan kepada operator AS pada Sabtu (17/4/2021), badan AS mencatat ketegangan regional meningkat antara Rusia dan Ukraina.

Hal ini berpotensi mengakibatkan pertempuran lintas batas, tanpa pemberitahuan, serta peningkatan aktivitas militer dan atau konflik.

Baca juga: Hong Kong Larang Penerbangan dari India, Pakistan dan Filipina Setelah Ditemukan Mutan Covid-19

Baca juga: Bawa Penumpang Positif Covid-19, Maskapai Penerbangan Scoot Dilarang Mendarat di Hong Kong

Foto Ilustrasi FAA
Ilustrasi. Pesawat Boeing 737 Max diparkir di Boeing Field pada 18 November 2020 di Seattle, Washington. Federal Aviation Administration (FAA) AS hari ini mengosongkan Max untuk penerbangan setelah 20 bulan dilarang terbang. 737 Max telah dilarang terbang di seluruh dunia sejak Maret 2019 setelah dua kecelakaan mematikan di Indonesia dan Ethiopia.

Sejak 2014 lalu, FAA melarang operasi penerbangan sipil AS di wilayah sekitar perbatasan Ukraina.

Pemberitahuan yang dikeluarkan FAA juga mengatakan, maskapai penerbangan harus memberikan pemberitahuan sekira 72 jam kepada FAA mengenai rencana penerbangan di wilayah tersebut.

FAA dan regulator udara lainnya prihatin tentang potensi jatuhnya pesawat sipil selama konflik karena salah diidentifikasi sebagai pesawat musuh atau pesawat berbahaya.

Baca juga: Aktivitas Warga dan Penerbangan di Beoga Kembali Normal Usai Penembakan dan Pembakaran KKB  

Baca juga: Iran Tolak Klaim Insiden Pesawat Ukraina yang Jatuh Tahun Lalu Sengaja Ditembak

Armada Malaysia Airlines
Armada Malaysia Airlines (cnbc)

Sebelumnya, pada 2014, Malaysia Airlines dengan penerbangan MH17, terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ditembak jatuh di Ukraina timur.

Penyelidik internasional mencatat, rudal yang diluncurkan tersebut diketahui dikendalikan oleh pasukan pemerintah Ukraina.

Semua penumpang pesawat, sekira 298 orang tewas, dua pertiga mereka merupakan warga negara Belanda.

Baca juga: Riwayat Masjid Jami Cikini dan Perjuangan HOS Tjokroaminoto hingga KH Agus Salim Melawan Belanda

Berita lain terkait Rusia

Berita lain terkait Ukraina

Berita lain terkait Amerika Serikat

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas