Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Berpotensi Terpapar Covid-19, Menlu India Putuskan Ikuti G7 Secara Virtual

Menteri Luar Negeri (Menlu) India Subrahmanyam Jaishankar akan berpartisipasi secara virtual dalam acara G7

Berpotensi Terpapar Covid-19, Menlu India Putuskan Ikuti G7 Secara Virtual
CDC
Ilustrasi 

Sedangkan New Delhi, dan pusat keuangan Mumbai menerapkan sistem pembatasan.

Modi telah mendapatkan kecaman keras pada tahun lalu karena memberlakukan lockdown nasional dengan pemberitahuan yang disampaikan secara tiba-tiba, yakni hanya kurang dari empat jam.

Ini tentunya menyebabkan krisis kemanusiaan, karena puluhan ribu pekerja migran terpaksa berjalan ratusan kilometer untuk kembali ke desa asal mereka.

Lockdown saat itu juga menyebabkan output ekonomi India turun dengan rekor 24 persen pada periode April dan Juni 2020, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pemerintah pusat mengatakan bahwa jika lockdown nasional diberlakukan kembali, akan memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi perekonomian negara itu.

Terjadinya gelombang infeksi kedua India sebenarnya dipicu pelonggaran protokol kesehatan dan adanya festival publik secara besar-besaran serta kampanye politik.

Lonjakan angka positif Covid-19 ini kemudian membebani seluruh rumah sakit di negara itu.

Tindakan seperti penundaan dalam pengujian, diagnosis maupun pengobatan, serta terbatasnya tempat perawatan pasien kritis dan obat-obatan esensial termasuk oksigen, telah mengakibatkan lonjakan angka kematian.

Negara di kawasan Asia Selatan itu sejauh ini telah melaporkan lebih dari 222.000 kematian akibat virus tersebut.

Namun para ahli mengatakan bahwa masih banyak jumlah kematian akibat Covid-19 di India yang belum dilaporkan.

Fenomena ini pun membuat antrean yang sangat panjang di krematorium, tumpukan kayu pemakaman massal, bahkan kota-kota kehabisan ruang untuk menguburkan atau mengkremasi orang yang mati.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas