Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Profesor Jepang: Vaksin Pfizer dan Moderna mRNA Terbukti Sangat Efektif Mengurangi Pandemi Corona

Vaksin Pfizer dan Moderna mRNA telah terbukti sangat efektif dalam mengurangi permulaan hampir 95 persen untuk pandemi corona.

Profesor Jepang: Vaksin Pfizer dan Moderna mRNA Terbukti Sangat Efektif Mengurangi Pandemi Corona
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Prof. Shinya Yamanaka (58), peraih Nobel Kedokteran tahun 2012. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Vaksin Pfizer dan Moderna mRNA telah terbukti sangat efektif dalam mengurangi permulaan hampir 95 persen untuk pandemi corona, tetapi tidak ada data yang tersedia tentang durasi efeknya.

"Analisis dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada 6 April mengenai Ketahanan Antibodi hingga 6 bulan pasca dosis kedua Vaksin mRNA-1273 untuk Covid-19/NEJM," ungkap Profesor Shinya Yamanaka (58), peraih nobel kedokteran tahun 2012, Kamis (6/5/2021).

Menurut laporan tersebut, antibodi penetralisir tinggi (antibodi yang mencegah infeksi virus) dipertahankan bahkan setelah 180 hari setelah dua vaksinasi.

Dalam analisis ini, 33 orang sehat yang mengikuti uji klinis pertama (Tahap 1) yang dilakukan oleh Moderna terpapar antibodi darah, terutama aktivitas antibodi penetral, 14, 90, dan 180 hari setelah vaksinasi kedua.

"Saya mengukurnya sendiri dari kaca mata saya. Akibatnya, meskipun secara bertahap menurun seiring waktu, aktivitas penetralan yang cukup dipertahankan pada 33 pasien bahkan pada hari ke-180," ujarnya.

Ditemukan juga bahwa semakin muda kelompok umur, semakin tinggi aktivitas penetralannya. Waktu paruh aktivitas netralisasi diperkirakan 68 atau 202 hari, tergantung pada dua metode penghitungan.

Baca juga: Gaji Rata-rata Pekerja di Jepang Maret 2021 Naik 0,2 Persen Menjadi Rp 36,9 Jutaan

Selain itu Profesor Yamanaka juga mengingatkan varian baru virus corona yang sangat bahaya khususnya bagi kalangan muda usia.

"Mutan baru dari Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil adalah 2,3, 3,3, dan 2,2 kali lebih tinggi (lebih kuat) daripada virus konvensional."

"Pertimbangan lebih lanjut diperlukan dalam laporan ini, karena jumlah jenis Afrika Selatan dan Brasil yang terinfeksi lebih rendah daripada jenis di Inggris dan konvensional. Namun, virus mutan ini mungkin lebih parah pada usia yang muda daripada mutan Inggris yang juga sebenarnya berbahaya ketimbang virus konvensional corona," kata dia.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas