Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Krisis Myanmar

Pertama Kalinya Sejak Kudeta, Aung San Suu Kyi Akan Muncul di Pengadilan pada 24 Mei

Seorang hakim memerintahkan agar pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi dihadirkan secara langsung di pengadilan untuk pertama kalinya pad

Pertama Kalinya Sejak Kudeta, Aung San Suu Kyi Akan Muncul di Pengadilan pada 24 Mei
STR / AFP
Dalam foto file yang diambil pada 17 Juli 2019 ini, Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara selama upacara pembukaan Pusat Inovasi Yangon di Yangon. Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi terkena dua dakwaan pidana baru ketika dia muncul di pengadilan melalui tautan video pada 1 Maret 2021, sebulan setelah kudeta militer yang memicu protes besar-besaran tanpa henti 

TRIBUNNEWS.COM, YANGON — Seorang hakim memerintahkan agar pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi dihadirkan secara langsung di pengadilan untuk pertama kalinya pada 24 Mei.

Hal itu disampaikan pengacara Khin Maung Zaw kepada AFP dan Channel News Asia, Selasa (11/5/2021).

Penerima Nobel perdamaian itu belum terlihat ke publik sejak dia ditahan dalam kudeta 1 Februari lalu, ketika militer mengusirnya dari kekuasaan.

Dia kemudian dijatuhi serangkaian tuduhan, dan telah menghadapi sejumlah persidangan melalui konferensi video di ibukota Naypyidaw.

Selama sidang terbaru Senin (10/5/2021), seorang hakim memerintahkan agar kasus-kasusnya didengar langsung di ruang sidang khusus dekat kediamannya.

"Dia akan muncul secara langsung di pengadilan pada 24 Mei," kata pengacara Khin Maung Zaw kepada AFP.

Namun, ia dan timnya memperjuangkan agar bisa bertemu secara pribadi dengan Aung San Suu Kyi.

"Masalahnya belum selesai karena polisi tidak menjawab apakah mereka dapat mengatur pertemuan kami," katanya, seraya menambahkan bahwa pendampingan penasihat hukum adalah "hak terdakwa".

Mantan pemimpin berusia 75 tahun itu telah dituntut enam tuduhan sejak penangkapannya.

Tuduhan itu termasuk melanggar aturan pembatasan virus corona selama kampanye pemilu tahun lalu dan memiliki walkie-talkie tanpa izin.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Labeli Pemerintah Bayangan NUG Sebagai Kelompok Teroris

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas