Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Tak Boleh Gunakan Angkutan Umum, Atlet Olimpiade Jepang Diizinkan Sewa Kereta Peluru Shinkansen

Sudah ada anggaran khusus Olimpiade dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk menyukseskan Olimpiade di semua tempat di Jepang.

Tak Boleh Gunakan Angkutan Umum, Atlet Olimpiade Jepang Diizinkan Sewa Kereta Peluru Shinkansen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri Olimpiade Tamayo Marukawa dalam jumpa pers, Selasa (11/5/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Para atlet dan ofisial Olimpiade yang tiba di Jepang tidak diperbolehkan untuk menggunakan kendaraan umum jika ingin berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Mereka harus menyewa bus atau sewa satu atau beberapa gerbong kereta peluru Shinkansen.

"Jika pakai Shinkansen maka pemerintah Jepang yang akan membayarnya," kata Menteri Olimpiade Tamayo Marukawa kepada Tribunnews.com, Selasa (11/5/2021).

Penggunaan shinkansen dan Host Town pemerintah daerah memiliki perjanjian dengan tim negara yang bersangkutan dan dikontrak tersebut dijelaskan semua hal sampai detil.

Demikian pula dari Host Town (misalnya Kumamoto untuk tim Olimpiade Indonesia) menuju Tokyo menggunakan Shinkansen satu gerbong disewa, maka akan dibayarkan oleh pemerintah Jepang.

Baca juga: PM Jepang Suga Prioritaskan Nyawa dan Kesehatan Penduduk daripada Olimpiade Tokyo

Dalam hal ini sudah ada anggaran khusus Olimpiade dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk menyukseskan Olimpiade di semua tempat di Jepang.

Lalu bagaimana apabila atlet atau ofisial sakit selama Olimpiade?

"Semua harus bayar sendiri. Oleh karena itu setiap tim tiap negara harus mengasuransikan dirinya sebelum tiba di Jepang untuk kesehatan masing-masing," kata Menteri Marukawa.

Sedangkan untuk tes PCR, vaksinasi dan asrama tempat hunian tim Olimpiade semua menjadi tanggungan pihak panitia Olimpiade Jepang.

Selain itu semua pihak terkait Olimpiade juga harus mengikuti aturan yang ada terutama yang telah dituliskan pada playbook Olimpiade versi kedua yang tekah diterbitkan 28 April 2021 dan versi ketiga akan terbit akhir Juni 2021.

Buku Playbook Olimpiade Jepang Versi 2 dapat dilihat di http://jepang.com/Olimpiade/

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas