Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

OKI Kecam Lambannya Kerja DK PBB Tangani Konflik Palestina-Israel

OKI mengecam lambannya kerja dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam menangani konflik Palestina dan Israel.

OKI Kecam Lambannya Kerja DK PBB Tangani Konflik Palestina-Israel
Abdulhamid Hosbas/Anadolu Agency
Aksi demo ribuan orang di Kota Berlin, Jerman, memprotes serangan brutal Israel di Masjid Al Aqsa dan jalur Gaza, Jumat (14/5/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam lambannya kerja dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam menangani konflik Palestina dan Israel hingga menewaskan ratusan korban jiwa, termasuk dari masyarakat sipil, wanita dan anak-anak.

Hal ini tertuang dalam pernyataan Resolusi yang Diadopsi oleh Pertemuan Luar Biasa Komite Eksekutif OKI di Tingkat Menteri Luar Negeri secara virtual untuk Membahas Agresi oleh Israel, Kekuatan Pendudukan, di Wilayah Palestina, khususnya Al-Quds Al-Shareef (Yerusalem Timur) pada Minggu (16/5/2021).

Padahal masalah Palestina ini menjadi agenda tertua DK PBB sejak lembaga itu dibentuk di tahun 1948.

“Menekankan tanggung jawab Dewan Keamanan untuk bertindak cepat  mengakhiri serangan biadab pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina, sejalan dengan mandat Piagamnya untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional,” tertuang dalam pernyataan OKI point ke-8.

OKI meminta DK PBB memikul tanggung jawabnya terhadap rakyat Palestina, serta menanggapi seruan negara dan rakyat di seluruh dunia untuk menghentikan pelanggaran tersebut, serta menyelamatkan nyawa yang tidak bersalah, bertindak tanpa penundaan untuk menghentikan kerusakan di lapangan dan agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.

Termasuk menerapkan resolusinya sendiri dan memastikan bahwa mereka sepenuhnya dihormati, menjadi dasar dan kunci untuk solusi yang adil dan langgeng yang didukung oleh konsensus internasional yang berlaku.

OKI menegaskan kembali bahwa kegagalan DK PBB dalam memikul tanggung jawabnya menangani krisis ini memerlukan pendekatan Majelis Umum PBB.

Termasuk dimulainya kembali proses Sesi Khusus Darurat Kesepuluh untuk menghentikan agresi Israel di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Al-Quds Al-Shareef.

OKI meminta PBB memastikan penyediaan perlindungan internasional bagi rakyat Palestina, serta mengambil tindakan untuk menahan Israel, bertanggung jawab atas kejahatannya dan pelanggaran berat terhadap aturan hukum internasional dan hak asasi manusia, dan untuk memblokir sistem kolonialnya.

OKI juga menyerukan kepada komunitas internasional secara keseluruhan, termasuk Pihak Tinggi pada Konvensi Jenewa Keempat, untuk mematuhi komitmen kolektifnya dan mengambil langkah-langkah serius untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran beratnya.

Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas