Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah Afghanistan dan Taliban Kembali Bertemu di Doha Bicarakan Perdamaian yang Sempat Mandek

Pemerintah Afghanistan dan negosiator Taliban bertemu di ibu kota Qatar, Doha, pekan ini untuk membahas proses perdamaian.

Pemerintah Afghanistan dan Taliban Kembali Bertemu di Doha Bicarakan Perdamaian yang Sempat Mandek
National Security Council of Afghanistan/Anadolu
Ilustrasi: Afghanistan akan Bebaskan 900 Tahanan Taliban 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, DOHA -- Pemerintah Afghanistan dan negosiator Taliban bertemu di ibu kota Qatar, Doha, pekan ini untuk membahas proses perdamaian.

Ini adalah pertemuan pertama yang diketahui dalam beberapa minggu setelah negosiasi terhenti awal tahun ini.

Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan dalam sebuah pernyataan di Twitter pada Rabu (9/6/2021) bahwa para pimpinan kedua tim, bersama dengan beberapa negosiator mereka, telah bertemu hari sebelumnya di Doha.

"Mereka membahas topik agenda, mempercepat proses negosiasi Afghanistan dan mencapai saling pengertian dalam hal ini," katanya, seperti dilansir dari Al-Arabiyah, Rabu (9/6/20221).

Baca juga: Bantah Dituduh Taliban, Perwakilan Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK Datangi PGI

Pertemuan ini adalah pertemuan pertama yang diumumkan kedua belah pihak sejak pertengahan Mei.

Negosiasi telah dimulai di Doha pada bulan September untuk menemukan cara untuk mengakhiri perang puluhan tahun.

Baca juga: AS Sambut Baik Gencatan Senjata 3 Hari untuk Hormati Perayaan Idul Fitri yang Diumumkan Taliban

Tetapi pembicaraan terhenti setelah beberapa putaran dan kekerasan telah meningkat sejak Amerika Serikat memulai menarik pasukan terakhirnya.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pekan lalu mengatakan negaranya mendorong penyelesaian politik di Afghanistan sebelum pasukan asing pergi, untuk mengurangi risiko perang saudara di tetangga sebelah baratnya.(Al-Arabiyah)

Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas