Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Presiden AS Joe Biden Bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Jumat Nanti, Ini Tanggapan Taliban

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani akan membahas penarikan pasukan dan bantuan AS di Gedung Putih Jumat mendatang

Presiden AS Joe Biden Bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Jumat Nanti, Ini Tanggapan Taliban
PRESS OFFICE OF PRESIDENT OF AFGHANISTAN / AFP
Foto resmi yang diambil pada 7 Agustus 2020 dan dirilis oleh Kantor Pers Presiden Afghanistan, memperlihatkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memberi isyarat jari telunjuk saat ia berbicara pada hari pertama pertemuan akbar majelis Loya Jirga di Aula Loya Jirga di Kabul. Ribuan warga Afghanistan memulai pertemuan selama tiga hari di Kabul pada 7 Agustus untuk memutuskan apakah akan membebaskan sekitar 400 tahanan Taliban. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Dr Abdullah Abdullah, Ketua Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, di Gedung Putih pada 25 Juni.

Pertemuan akan membahas penarikan pasukan AS di tengah gelombang pertempuran antara pasukan Afghanistan dan Taliban di seluruh negeri.

Gedung Putih dalam pernyataannya Minggu (20/6) mengatakan, dalam pertemuan tatap muka pertama mereka, Biden akan berusaha meyakinkan Ghani dan Abdullah tentang dukungan AS untuk rakyat Afghanistan termasuk bantuan diplomatik, ekonomi dan kemanusiaan.

Biden juga akan mengulangi janjinya untuk memastikan bahwa negara itu tidak pernah menjadi tempat yang aman bagi kelompok-kelompok bersenjata.

“Kunjungan Presiden Ghani dan Dr Abdullah akan menyoroti kemitraan abadi antara Amerika Serikat dan Afghanistan saat penarikan militer berlanjut,” kata Gedung Putih.

Baca juga: Pemerintah Afghanistan dan Taliban Kembali Bertemu di Doha Bicarakan Perdamaian yang Sempat Mandek

Pertemuan itu terjadi pada saat kritis ketika pertempuran antara pasukan keamanan Afghanistan dan pejuang Taliban telah meningkat.

Biden mengumumkan pada April bahwa semua pasukan AS di Afghanistan akan ditarik sebelum 11 September, mengakhiri perang terpanjang Amerika setelah hampir 20 tahun konflik. Penarikan pasukan dimulai pada 1 Mei.

Ia menambahkan bahwa Washington berkomitmen untuk mendukung rakyat Afghanistan dengan memberikan bantuan diplomatik, ekonomi dan kemanusiaan.

"Amerika Serikat akan tetap terlibat secara mendalam dengan pemerintah Afghanistan untuk memastikan negara itu tidak pernah lagi menjadi tempat yang aman bagi kelompok teroris yang menimbulkan ancaman bagi tanah air AS," katanya.

Namun, Taliban telah melakukan kampanye selama berbulan-bulan untuk memperluas pengaruhnya di seluruh negeri saat AS mulai menarik pasukan dan menutup beberapa pangkalan dan menyerahkannya kepada pemerintah Afghanistan.

Baca juga: Taliban Umumkan Gencatan Senjata Tiga Hari untuk Hormati Idul Fitri

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas