Tribun

Ketua IOC Diprotes Keras Masyarakat Jepang, Menginap di Hotel 40.000 Yen Semalam?

Ketua IOC Thomas Bach yang tinggal di hotel luks Jepang (bintang 5) di tengah Tokyo, mendapat protes keras dari beberapa anggota masyarakat Jepang

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Ketua IOC Diprotes Keras Masyarakat Jepang, Menginap di Hotel 40.000 Yen Semalam?
Foto Tokyo Sports
Protes masyarakat Jepang terhadap ketua IOC Thomas Bach dengan poster bertuliskan, "Pulang Kau", "Keluar!", "Olimpiade Tidak Perlu". 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Ketua IOC Thomas Bach yang tinggal di hotel luks Jepang (bintang 5) di tengah Tokyo, mendapat protes keras dari beberapa anggota masyarakat Jepang yang mengangkat poster-poster anti Olimpiade dan anti Bach Sabtu lalu (10/7/2021).

"Pulang Kau, Olimpiade Tidak Perlu, Bach Ke luar!  Selamatkan hidupmu dari Olimpiade!" Begitulah isi poster besar tersebut yang dipegang para pemrotes di depan hotelnya di tengah Tokyo daerah Minato-ku.

"Anggaran IOC untuk tempat menginap para pimpinan mereka hanya 40.000 yen semalam," papar sumber  Tribunnews.com Senin (12/7/2021).

Meskipun demikian Panitia Olimpiade Jepang rupanya memanjakan Bach tinggal di hotel yang semalamnya bisa mencapai 3 juta yen.

Berapa sebenarnya biaya hotel semalam kamar Bach di Tokyo? Tidak ada yang tahu hingga kini dan masih dirahasiakan pemerintah Jepang sampai saat ini di tengah protes banyak orang Jepang.

"Apalagi Bach mau ke Hiroshima 16 Juli mendatang dan telah diperkenankan Panitia Olimpiade di Jepang. Tampaknya tidak sedikit yang menolaknya berkunjung ke Hiroshima saat ini," tambahnya.

Kelihatan dari poster para pemrotes yang menuliskan, "Awas Jangan ke Hiroshima!" begitulah protes beberapa anggota masyarakat Jepang.

Pemrotes mengatasnamakan kelompok "Sukarelawan warga untuk membasmi mafia Olimpiade".

Sebanyak 100 polisi dikerahkan untuk membubarkan unjuk rasa anti Bach tersebut.

Baca juga: Para Sponsor Kecewa Olimpiade Tokyo Jepang Tanpa Penonton

Namun menurut pengunjuk rasa, saat Pembukaan Olimpiade 23 Juli nanti sekitar 1000 orang akan berkumpul melakukan unjuk rasa pula di sekitar stadiun Olimpiade untuk memprotes penyelenggaraan Olimpiade Tokyo tersebut.

Seiko Hashimoto, ketua Komite Penyelenggara Olimpiade, setuju kunjungan Bach ke Hiroshima.

"Saya ingin Anda mengambil tindakan menyeluruh terhadap penyakit menular dan menyampaikan betapa berharganya perdamaian baik di dalam negeri maupun internasional," ungkap hashimoto.

Gubernur Hiroshima, Hidehiko Yuzaki  juga bersedia menerima Bach dengan mengomentari, "Kunjungan dia bermakna untuk menyerukan perdamaian kepada dunia."

Hokuto Yokoyama, seorang ilmuwan politik, mengatakan, "Dengan menyampaikan belasungkawa kepada para korban Hiroshima, tujuannya adalah untuk mengembalikan citra yang dikritik oleh media AS sebagai "Baron Bottakuri  atau Baron Danshaku (orang kecil yang berlaga seperti orang besar) dan untuk melemahkan oposisi agar Olimpiade terlaksana di Jepang."

Selain itu menurut Yokoyama, bahwa Ketua Bach mungkin memiliki ambisi untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian dengan mengunjungi daerah bom atom.

Dikatakan bahwa inilah alasan mengapa adanya tim terpadu Utara-Selatan khusus tentang Olimpiade Tokyo.

“Kunjungan ke Hiroshima juga merupakan batu loncatan untuk mewujudkan ambisi kita. Namun, terlepas dari negara lain, Hadiah Nobel tidak akan mungkin selama kita tak mendapat restu dari  Amerika Serikat. Mengunjungi Hiroshima dapat meningkatkan ketidaksukaan terhadap Bach oleh orang Jepang sekaligus," tekannya lagi.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas