Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Kuba yang Lakukan Pelanggaran HAM saat Aksi Protes

Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan sanksi terhadap pejabat Kuba yang dianggap melakukan pelanggaran HAM saat aksi pemonstrasi pecah awal Juli

Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Kuba yang Lakukan Pelanggaran HAM saat Aksi Protes
Daniel SLIM / AFP
Aktivis menunjukkan dukungan bagi warga Kuba di depan Gedung Putih di Washington DC, pada 22 Juli 2021. Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan sanksi terhadap pejabat Kuba yang dianggap melakukan pelanggaran HAM saat aksi pemonstrasi pecah awal Juli 

Presiden Miguel Díaz-Canel mengerahkan pasukan keamanan di seluruh negeri. Pemerintahan juga mengganggu komunikasi.

Setelah jam 4 sore waktu setempat pada hari Minggu, perusahaan Etecsa yang dikelola negara, yang memonopoli telepon dan jaringan negara itu, menghentikan layanan internet.

Baca: Miguel Díaz Canel Jadi Presiden Kuba Pertama yang Bukan Berasal dari Keluarga Castro 

Baca: Kuba Luncurkan 2 Vaksin Covid-19 yang Masih dalam Uji Klinis 

Seorang pria mengibarkan bendera Kuba selama demonstrasi menentang pemerintah Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel di Havana, pada 11 Juli 2021. Ribuan warga Kuba mengambil bagian dalam protes yang jarang terjadi pada hari Minggu melawan pemerintah komunis, berbaris melalui sebuah kota sambil meneriakkan
Seorang pria mengibarkan bendera Kuba selama demonstrasi menentang pemerintah Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel di Havana, pada 11 Juli 2021. Ribuan warga Kuba mengambil bagian dalam protes yang jarang terjadi pada hari Minggu melawan pemerintah komunis, berbaris melalui sebuah kota sambil meneriakkan "Turunkan kediktatoran" dan "Kami menginginkan kebebasan." (ADALBERTO ROQUE / AFP)

Di Havana, pasukan negara berbondong-bondong pada Minggu malam, termasuk brigade reaksi cepat dan militan Partai Komunis bersenjatakan tongkat berat.

Beberapa pengunjuk rasa diserang dan lebih dari 100 ditangkap, menurut aktivis.

Minggu lalu, ratusan warga Kuba berbaris di luar kantor polisi untuk mencari kerabat yang hilang yang keberadaannya tidak diketahui.

Kementerian Dalam Negeri Kuba mengatakan, satu orang tewas pada Senin ketika sekelompok pengunjuk rasa menyerang sebuah kantor polisi di sebuah kota dekat Havana.

Dikatakan sejumlah orang terluka dalam insiden itu, termasuk pejabat polisi.

Dalam upaya untuk meredakan ketegangan dan mengatasi kekurangan pasokan makanan, obat-obatan dan produk penting lainnya, Perdana Menteri Manuel Marrero mengumumkan bahwa barang-barang yang dibawa masuk oleh pengunjung tidak akan lagi dikenakan bea masuk.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas