Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Lorna Jane Didenda Rp 53 Miliar Karena Mengklaim Pakaiannya Cegah Penularan Covid-19

Perusahaan pakaian asal Australia, Lorna Jane, didenda Rp 53 miliar karena mengklaim pakaian aktifnya (activewear) mencegah penularan Covid-19

Lorna Jane Didenda Rp 53 Miliar Karena Mengklaim Pakaiannya Cegah Penularan Covid-19
9News
Lorna Jane Clarkson 

TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan pakaian asal Australia, Lorna Jane, dedenda lima juta dolar Australia (sekitar Rp 53 miliar) di Pengadilan Federal karena mengklaim pakaiannya mencegah penularan Covid-19.

Pengadilan Federal Australia menyebut klaim itu "eksploitatif dan predator".

Perusahaan ini mengklaim bahwa activewear anti-virusnya telah disemprot dengan zat yang disebut "LJ Shield", yang melindungi orang dari patogen.

Iklan di situs web brand mereka, toko, dan di Instagram membuat klaim: "Obat bagi Penularan Covid-19? Lorna Jane Berpikir Begitu".

Klaim itu dibuat meskipun perusahaan tidak melakukan pengujian untuk menentukan apakah kainnya menawarkan perlindungan terhadap virus sama sekali.

Baca juga: Puluhan Tempat Usaha Ditutup, Ada yang Didenda Belasan Juta Karena Berkali-kali Langgar PPKM Mikro

Baca juga: Singapura, AS dan Uni Eropa Mulai Fokus pada Obat COVID, Australia Diminta Tidak Ketinggalan

Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) melakukan langkah hukum  dengan menggugat  perusahaan ini, menuduhnya membuat klaim palsu dan menyesatkan.

Selain denda 5 juta dolar Australia, Lorna Jane telah diperintahkan untuk menerbitkan pemberitahuan korektif, dan membayar biaya ACCC.

Predator

Dalam keputusan yang dijatuhkan di Brisbane pada hari Jumat, Hakim Darryl Rangiah mengatakan, Lorna Jane berusaha untuk "mengeksploitasi ketakutan dan kekhawatiran" seputar wabah mematikan itu.

"Kampanye periklanan dilakukan pada Juli 2020, pada saat ketidakpastian, ketakutan, dan kekhawatiran masyarakat yang cukup besar tentang konsekuensi dan penyebaran Covid-19," kata Hakim Rangiah.

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas