Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Mantan Komisaris Tinggi HAM PBB Selidiki Pelanggaran dalam konflik Israel dan Palestina

Mantan Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Navi Pillay akan meneliti kemungkinan kejahatan kemanusiaan dan akar pelanggaran dalam konflik Israel-Palestina

Mantan Komisaris Tinggi HAM PBB Selidiki Pelanggaran dalam konflik Israel dan Palestina
thestar
Navi Pillay 

Sebelumnya, dewan telah memerintahkan delapan penyelidikan atas pelanggaran hak yang dilakukan di wilayah Palestina yang diduduki.

Namun ini pertama kalinya COI diberikan mandat untuk memeriksa “akar penyebab” dan menyelidiki pelanggaran sistematis.

COI diatur untuk melapor ke Dewan Hak Asasi Manusia setiap tahun mulai Juni 2022.

Komisi ini adalah COI terbuka pertama yang pernah ada,  yang lain seperti yang ada di Suriah perlu mandat mereka diperbarui setiap tahun.

Berita itu menyusul gencatan senjata yang diumumkan pada 21 Mei setelah sedikitnya 250 warga Palestina dan 13 orang di Israel tewas dalam pertempuran sengit.

Baca juga: Negara Muslim Tuntut PBB Selidiki Pelanggaran HAM dalam Konflik di Gaza

Baca juga: Jepang Siap Bantu Palestina Termasuk Rekonstruksi Jalur Gaza

Dalam konflik Mei lalu, Israel melancarkan serangan udara melintasi daerah kantong yang terkepung, sementara pejuang Palestina di Gaza menembakkan roket ke kota-kota Israel.

Dalam pertemuan Mei lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet mengatakan kepada dewan bahwa serangan mematikan Israel di Gaza mungkin merupakan kejahatan perang dan bahwa Hamas, kelompok Palestina yang menguasai Gaza, telah melanggar hukum humaniter internasional dengan menembakkan roket ke Israel.

Pertemuan khusus itu menyetujui resolusi untuk menyelidiki kemungkinan terjadinya kejahatan perang selama konflik di Gaza.

Dari 47 anggota forum UNHRC itu, 24 negara mendukung resolusi, sembilan negara menentang, dan 13 negara lainnya abstain.

Israel menolak resolusi tersebut dan tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan semacam itu.

Baca juga: Penangkapan Massal Warga Palestina karena Dukung Protes Serangan Israel ke Gaza

Baca juga: Joe Biden Janji Amerika Serikat akan Bantu Gaza: Lewat Otoritas Palestina, Bukan Hamas

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas