Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Korea Selatan dan Korea Utara Memulihkan Hotline Lintas Batas yang Telah Terputus selama 13 Bulan

Korea Selatan dan Korea Utara memulihkan hotline lintas batas yang telah terputus selama 13 bulan sebagai upaya membangun kembali kepercayaan.

Korea Selatan dan Korea Utara Memulihkan Hotline Lintas Batas yang Telah Terputus selama 13 Bulan
Washington Post
Pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in -- Korea Selatan dan Korea Utara memulihkan hotline lintas batas yang telah terputus selama 13 bulan sebagai upaya membangun kembali kepercayaan. 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Selatan dan Korea Utara menyatakan telah memulihkan komunikasi lintas batas, setelah lebih dari setahun sejak hotline terputus.

Pernyataan itu diumumkan oleh Gedung Biru kepresidenan Korea Selatan dan badan media pemerintah Korea Utara, KCNA.

Dikutip dari Al Jazeera, KCNA mengatakan semua saluran komunikasi antar-Korea dibuka kembali mulai Selasa (27/7/2021) pada pukul 10 pagi, sejalan dengan kesepakatan antara kedua pemimpin negara.

Gedung Biru mengatakan pemulihan jalur komunikasi akan memiliki efek positif pada peningkatan dan pengembangan hubungan Selatan-Utara.

KCNA juga menyambut baik efek positif dari keputusan tersebut, yang dikatakan mewakili langkah besar dalam memulihkan rasa saling percaya dan mempromosikan rekonsiliasi.

Baca juga: Korea Utara dan Korea Selatan Mulai Perbaiki Hubungan: Buka Semua Saluran Hotline

Adapun kedua belah pihak mengatakan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah bertukar surat sejak April tahun ini.

Kim Jong Un telah berbicara tentang masalah serius yang mengganggu negaranya tahun ini, setelah menutup perbatasannya dengan China di awal pandemi Covid-19.

Pada bulan Januari, dia mengatakan kepada kongres partai yang jarang terjadi bahwa rencana ekonomi lima tahun Korea Utara telah gagal di hampir setiap bidang, di tengah kekurangan listrik dan krisis pangan yang diperburuk oleh sanksi, pandemi dan banjir.

Pada bulan Juni, Kim Jong Un menggambarkan situasi pangan di Korea Utara sebagai "tegang".

"Kami tahu Korea Utara telah terhuyung-huyung dari pandemi selama setahun terakhir," kata Soo Kim, mantan analis CIA Korea Utara yang sekarang bekerja di Rand Corporation.

Baca juga: Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakat Lanjutkan Kerjasama Persahabatan antara China dan Korea Utara

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas