Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Reaksi Turki, Saudi, Jerman, Prancis, AS, dan PBB Tanggapi Krisis Politik di Tunisia

Liga Arab, dalam panggilan telepon darurat ke Menlu negeri Tunisia menyerukan kembalinya stabilitas dan ketenangan di negara itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Reaksi Turki, Saudi, Jerman, Prancis, AS, dan PBB Tanggapi Krisis Politik di Tunisia
AFP/FETHI BELAID
Seorang pengunjuk rasa Tunisia mengangkat bendera nasional pada rapat umum anti-pemerintah ketika pasukan keamanan memblokir jalan di depan Gedung Parlemen di ibukota Tunis. Minggu (25 Juli 2021). (FETHI BELAID/AFP) *** Local Caption *** A Tunisian protester lifts a national flag at an anti-government rally as security forces block off the road in front of the Parliament in the capital Tunis on July 25, 2021. (Photo by FETHI BELAID / AFP) 

“Kami mendesak ketenangan dan mendukung upaya Tunisia untuk bergerak maju sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi,” lanjutnya.

“Kami akan meminta Departemen Luar Negeri untuk melakukan analisis hukum sebelum membuat keputusan (apakah itu kudeta),” lanjut Psaki.

Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menekankan keinginan kerajaan pada keamanan, stabilitas dan kemakmuran Tunisia.

Di Berlin, juru bicara Kemenlu, Maria Adebahr, mengatakan kepada wartawan Jerman berharap Tunisia akan kembali sesegera mungkin ke tatanan konstitusional.

“Demokrasi telah mengakar di Tunisia sejak 2011”, kata Adebahr, mengacu pada tahun revolusi rakyat yang menggulingkan Zine El Abidine Ben Ali.

“Jerman sangat khawatir,” katanya seraya menambahkan mereka tidak ingin berbicara tentang kudeta.

“Penting untuk kembali ke tatanan konstitusional secepat mungkin,” kata Adebahr.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami pasti akan mencoba untuk membahas (situasi) dengan duta besar Tunisia di Berlin, dan duta besar kami di Tunis siap untuk terlibat dalam diskusi.”

Sementara PBB meminta semua pihak di Tunisia menahan diri, menahan diri dari kekerasan dan memastikan bahwa situasi tetap tenang.

“Semua perselisihan dan ketidaksepakatan harus diselesaikan melalui dialog,” kata juru bicara PBB Farhan Haq.

Haq menolak berkomentar apakah PBB memandang situasi di Tunisia sebagai kudeta atau bukan.(Tribunnews.com/Aljazeera.com/xna)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas