Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Reaksi Turki, Saudi, Jerman, Prancis, AS, dan PBB Tanggapi Krisis Politik di Tunisia

Liga Arab, dalam panggilan telepon darurat ke Menlu negeri Tunisia menyerukan kembalinya stabilitas dan ketenangan di negara itu.

Reaksi Turki, Saudi, Jerman, Prancis, AS, dan PBB Tanggapi Krisis Politik di Tunisia
AFP/FETHI BELAID
Seorang pengunjuk rasa Tunisia mengangkat bendera nasional pada rapat umum anti-pemerintah ketika pasukan keamanan memblokir jalan di depan Gedung Parlemen di ibukota Tunis. Minggu (25 Juli 2021). (FETHI BELAID/AFP) *** Local Caption *** A Tunisian protester lifts a national flag at an anti-government rally as security forces block off the road in front of the Parliament in the capital Tunis on July 25, 2021. (Photo by FETHI BELAID / AFP) 

Liga Arab, dalam panggilan telepon darurat ke Menlu negeri Tunisia menyerukan kembalinya stabilitas dan ketenangan di negara itu.

Sebuah pernyataan Liga Arab mengatakan menteri luar negeri Tunisia sepenuhnya menjelaskan kepada sekretaris jenderalnya tentang situasi di Tunisia.

“Liga mendesak Tunisia untuk segera melewati fase yang bergejolak saat ini, memulihkan stabilitas dan ketenangan dan kemampuan negara untuk bekerja secara efektif untuk merespons  aspirasi dan rakyat,” kata Liga Arab dalam pernyataannya.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan AS prihatin atas situasi di Tunisia pada saat pihak berwenang berusaha menstabilkan ekonomi mereka, di tengah pandemi Covid 19.

“Kami berhubungan di tingkat senior dari Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri dengan para pemimpin Tunisia untuk mempelajari lebih lanjut tentang situasi tersebut,” kata Psaki.

“Kami mendesak ketenangan dan mendukung upaya Tunisia untuk bergerak maju sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi,” lanjutnya.

“Kami akan meminta Departemen Luar Negeri untuk melakukan analisis hukum sebelum membuat keputusan (apakah itu kudeta),” lanjut Psaki.

Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menekankan keinginan kerajaan pada keamanan, stabilitas dan kemakmuran Tunisia.

Di Berlin, juru bicara Kemenlu, Maria Adebahr, mengatakan kepada wartawan Jerman berharap Tunisia akan kembali sesegera mungkin ke tatanan konstitusional.

“Demokrasi telah mengakar di Tunisia sejak 2011”, kata Adebahr, mengacu pada tahun revolusi rakyat yang menggulingkan Zine El Abidine Ben Ali.

Halaman
123
Editor: Setya Krisna Sumarga
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas