Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

PM Jepang Sahkan Penggunaan 2 Juta Vaksin AstraZeneca Bagi Rakyatnya

PM Jepang Yoshihide Suga mengesahkan penggunaan vaksin AstraZeneca sebanyak 2 juta dosis buatan Jepang  mulai sekarang bagi rakyatnya.

PM Jepang Sahkan Penggunaan 2 Juta Vaksin AstraZeneca Bagi Rakyatnya
Richard Susilo
PM Jepang Yoshihide Suga (kiri) dengan Professor Shigeru Omi (kanan), Wakil Ketua tim penanggulangan Corona di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYOPM Jepang Yoshihide Suga mengesahkan penggunaan vaksin AstraZeneca sebanyak 2 juta dosis buatan Jepang  mulai sekarang bagi rakyatnya.

"Kita sudah memperbolehkan penggunaan 2 juta dosis vaksin AstraZeneca bagi penggunaan di dalam negeri Jepang," papar PM Jepang saat mengumumkan Deklarasi Darurat (PSBB) bagi 6 prefektur termasuk Tokyo malam ini (30/7/2021).

Enam prefektur itu adalah Chiba, Kanagawa, Saitama, Osaka, Tokyo dan Okinawa akan terkena PSBB sampai dengan 30 Agustus 2021.

Sedangkan prefektur lain yaitu Hokkaido, Kyoto, Hyogo, Ichikawa, Fukuoka dengan level Tindakan Prioritas (satu level di bawah PSBB) berlaku sampai dengan 30 Agustus 2021.

"Uang subsidi kepada berbagai toko restoran yang ada di dalam area PSBB akan lebih dipercepat dan dipermudah dalam pelaksanaannya. Saya mohon kerjasama para pemerintah daerah untuk fleksibilitas tersbeut," papar PM Suga lagi mengenai bantuan subsidi kepada berbagai toko restoran di daerah khususnya yang terkena PSBB.

Saat ini diakui PM Suga penyebaran varian Delta sangat cepat sekali di banyak tempat di Jepang terutama di Tokyo.

"Penyebaran infeksi varian Delta mencakup lebih dari 70% terinfeksi Delta tersebut di kota Tokyo. Olehkarena itu kita mesti sangat hati-hari dan berjuang keras menghadapinya. Antara lain dengan vaksinasi yang kini lebih dari 70% telah dilakukan kepada para lansia. Menyusul kini para anak muda usia 40-50 tahun yang mulai banyak terinfeksi corona tampaknya. Para anak muda ini harus mau segera divaksinasi untuk antisipasi penyebaran lebih lanjut virus corona khususnya varian Delta yang sangat berat dan kuat tersebut," papar PM Suga lagi.

Saat ini menurut PM Suga setiap hari Jepang telah melakukan vaksinasi sekitar 1,3 juta orang per hari dan 300.000 orang di tiap perusahaan atau prganisasi Jepang secara kelompok.
 "Akhir Agustus sedikitnya 40% dari penduduk Jepang sudah divaksinasi untuk kedua kalinya dan kita perlu mempercepatnya terus," tambah PM Suga lagi.

Pada prinsipnya Jepang tidak akan melakukan Lockdown.

"Di negara yang melakukan Lockdown saja walaupun sudah turun kembali jumlah infeksi ternyata meningkat kembali. Jadi pada intinya yang penting adalahVaksinasi secepat dan sebanyak mungkin. Lockdown tidaklah efektif bagi Jepang. Olehkarena itu Jepang fokus kepada makan dan minum di luaran di restoran agar mengikuti prokes dan aturan yang ditetapkan pemerintah. Kepada kalangan muda pun diharapkan secepat mungkin di vaksinasi, atau lakukan berbagai tes agar segera mengetahui positif negatifnya seseorang terinfeksi corona sehingga bis amengantisipasi segera lebih lanjut mengenai dirinya."

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas