Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Antisipasi Gelombang ke-5, Menkes Iran Serukan Lockdown yang Diawasi Militer selama 2 Pekan

Menkes Iran enyerukan lockdown selama dua pekan di bawah pengawasan angkatan bersenjata dan penegak hukum guna mengekang penyebaran kasus Covid-19.

Antisipasi Gelombang ke-5, Menkes Iran Serukan Lockdown yang Diawasi Militer selama 2 Pekan
IG Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki
Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki menyerukan lockdown selama dua pekan di bawah pengawasan angkatan bersenjata dan penegak hukum untuk mengekang penyebaran kasus Covid-19 di seluruh negeri. 

Iran telah berkali-kali memberlakukan lockdown dan penutupan sementara di seluruh negeri sejak pandemi terdeteksi.

Namun, sebagian lockdown telah dilonggarkan.

Pemerintah menempatkan ibu kota Teheran dan negara tetangga Alborz di bawah penguncian total selama enam hari pada akhir Juli kemarin.

Sebagian besar dianggap tidak ada gunanya karena hampir tidak ada bisnis yang ditutup dan pembatasan perjalanan dilanggar di tengah penegakan protokol yang rendah.

Situasinya menjadi jauh lebih buruk sejak itu, tetapi pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa gelombang infeksi kelima belum mencapai puncaknya.

Baca juga: Kemenkes : Varian Delta Menyebar Hampir Merata di Seluruh Indonesia

Baca juga: Sebulan Terakhir Covid-19 Global Naik 80 Persen Akibat Varian Delta

Covid-19 Varian Delta
Covid-19 Varian Delta (aviano.tricare.mil)

Juru bicara satuan tugas anti-coronavirus nasional Alireza Raisi mengatakan pada Sabtu (31/7/2021) bahwa 29 dari 31 provinsi Iran sekarang dalam pergolakan melawan varian Delta dan tempat tidur rumah sakit dengan cepat diisi.

Ratusan kota di seluruh negeri sekarang diklasifikasikan "merah" dalam skala kode warna yang menunjukkan tingkat keparahan wabah.

Raisi juga mengatakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang mengharuskan penggunaan masker wajah dan menjaga jarak fisik telah turun menjadi di bawah 40 persen di seluruh negeri sementara itu berdiri di atas 70 persen kurang dari dua bulan lalu.

Terlepas dari kesulitan lain, menerapkan penguncian paksa selama dua minggu di seluruh negeri pasti menantang bagi otoritas Iran karena orang dan bisnis berada di bawah tekanan ekonomi yang sangat besar.

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Menyebar di China, Bermula dari Nanjing

Baca juga: Kasus Covid-19 Dunia Didominasi Varian Delta, CDC: Perang Telah Berubah

Berdasarkan data yang dihimpun worldometers.info, secara global Iran ada di urutan ke-12 dengan 3.940.708 kasus virus corona dengan pasien sembuh mencapai 3.404.533.

Per Senin (2/8/2021), Iran sudah melaporkan 91.407 kematian akibat Covid-19 dan 444.768 kasu aktif.

Berita lain terkait Virus Corona dan Varian Delta

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas