Tribun

Konflik di Afghanistan

Menhan Inggris Khawatir Konflik di Afghanistan Kembali Picu Perang Saudara

Peringatan itu disampaikannya saat serangan Taliban mendekati Kabul, ibu kota Afghanistan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
Menhan Inggris Khawatir Konflik di Afghanistan Kembali Picu Perang Saudara
AFP
Seorang personel pasukan keamanan Afghanistan berjaga-jaga di sepanjang pinggir jalan di Herat pada 12 Agustus 2021, ketika Taliban mengambil alih markas polisi di Herat, kota terbesar ketiga di Afghanistan dan juga merebut ibu kota distrik utama lainnya yang hanya berjarak 150 kilometer dari ibu kota Kabul. 

TRIBUNNEWS.COM, KABUL -  Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan bahwa konflik internal di Afghanistan dapat menyebabkan perang saudara dan menciptakan tempat berkembang biak yang potensial bagi kelompok teroris seperti Al-Qaeda.

Peringatan itu disampaikannya saat serangan Taliban mendekati Kabul, ibu kota Afghanistan.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (13/8/2021), Wallace mengatakan pada hari Jumat waktu setempat bahwa negara Barat perlu belajar dari sejarah bahwa 'kepentingan yang bersaing' selalu merusak gagasan persatuan di Afghanistan.

"Inggris menemukan bahwa pada tahun 1830-an, Afghanistan merupakan negara yang dipimpin oleh panglima perang serta dipimpin oleh berbagai provinsi dan suku. Dan jika anda tidak terlalu berhati-hati, anda akan berakhir dalam perang saudara dan saya pikir kita sedang menuju ke perang saudara, perang sipil," kata Wallace.

Baca juga: Taliban Taklukkan 15 dari 34 Ibu Kota Provinsi di Afghanistan dalam Satu Minggu

Sementara keuntungan teritorial Taliban yang luas menciptakan kesan bahwa satu entitas sedang mengkonsolidasikan kekuatan di Afghanistan.

Kenyataannya adalah, kata dia, kelompok militan terdiri dari orang-orang dengan loyalitas yang bersaing.

"Taliban bersifat memecah, menjadi segala macam kepentingan yang berbeda," tegas Wallace.

Secara terpisah, ia juga menyatakan kekhawatirannya bahwa organisasi teroris dapat menemukan perlindungan di Afghanistan karena situasi internal yang terjadi di 'negara gagal' itu terus memburuk.

Wallace pun memprediksi kelompok teroris Al-Qaeda akan 'hidup' kembali di Afghanistan.

Menurutnya, ketidakstabilan yang berkembang di Afghanistan dapat menimbulkan ancaman keamanan bagi Inggris.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas