Warga Inggris Antre Beli Bensin di SPBU, Ada Apa?
Pemerintah Inggris mengatakan sudah siap menurunkan pengemudi tank dari angkatan bersenjata jika harus ikut membantu mendistribusikan bensin.
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, LONDONG - Pemerintah Inggris mengatakan tentara sudah disiapkan untuk membantu pasokan bensin yang sedang mengalami gangguan karena kurangnya sopir truk pengangkut pasokan bensin.
Pemerintah Inggris mengatakan sudah siap menurunkan pengemudi tank dari angkatan bersenjata jika harus ikut membantu mendistribusikan bensin.
"Mereka siap untuk dikerahkan bila diperlukan untuk memasok bensin di daerah-daerah yang sangat memerlukan," kata pemerintah Inggris.
Kurangnya pengendara truk telah menyebabkan kurangnya pasokan barang-barang dan bahan pokok ke berbagai toko dan restoran di seluruh Inggris.
Hal itu juga menyebabkan persediaan bensin yang sebenarnya mencukupi di Inggris tidak bisa disalurkan ke berbagai SPBU.
Peringatan mengenai kurangnya BBM di akhir pekan menyebabkan pembelian panik di mana-mana, dengan antrean panjang mobil selama berjam-jam terjadi dan membuat banyak SPBU kehabisan pasokan.
Baca juga: Video Detik-detik Presiden Perancis Emmanuel Macron Dilempari Telur Saat Kunjungi Pameran Makanan
Inggris memiliki cukup pasokan
Menurut Asosiasi Pengusaha SPBU Inggris ,meningkatnya pembelian bensin menyebabkan sekitar 50 sampai 90 persen SPBU di beberapa kawasan kehabisan pasokan.
Pemerintah Inggris mengatakan ini semua adalah karena kesalahan konsumen.
"Satu-satunya alasan tidak adanya BBM di SPBU adalah karena warga membeli BBM yang sebenarnya tidak diperlukan saat ini," kata George Eustice, Menteri Lingkungan Inggris.
Menteri Urusan Bisnis Inggris, Kwasi Kwarteng, mengatakan Inggris "memiliki pasok BBM yang besar".
"Namun kami menyadari adanya masalah rantai pasokan di SPBU dan sedang berusaha mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya sebagai tindakan prioritas," katanya.
Perusahaan pemasok BBM besar, seperti BP, Shell dan Esso dalam pernyataan bersama mengatakan permintaan bensin akan stabil dalam beberapa hari mendatang.
"Kami mendorong masyarakat membeli BBM seperti yang biasa mereka lakukan," lanjut pernyataan tersebut.