Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Efektivitas Subsidi Biaya Medis di Jepang Perlu Diverifikasi Meski Surplus 660 Juta Yen

Pendapatan praktik medis sebesar 9,49 miliar yen, turun rata-rata 360 juta yen dibandingkan tahun sebelumnya.

Efektivitas Subsidi Biaya Medis di Jepang Perlu Diverifikasi Meski Surplus 660 Juta Yen
Richard Susilo
Kementerian Keuangan Jepang di Kasumigaseki Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Keuangan Jepang menyampaikan kepada subkomite Dewan Sistem Keuangan tentang status keuangan lembaga medis yang telah mengamankan tempat tidur untuk pasien Covid-19, atas permintaan prefektur.

Subsidi untuk mengamankan tempat tidur mengkompensasi penurunan pendapatan praktik medis seperti rawat inap reguler dan pengobatan rawat jalan, sehingga saldo rata-rata surplus 660 juta yen.

"Ada keadaan individu di lembaga medis, sehingga tidak dapat dikatakan bahwa ada masalah langsung. Tetapi efektivitas biaya subsidi perlu diverifikasi," ungkap pejabat di Kementerian Keuangan Jepang, Senin (11/10/2021).

Meski jumlah kasus baru Covid-19 berkurang dan sesaknya tempat tidur sedang diselesaikan, otoritas keuangan ingin mengangkat masalah subsidi publik sebagai persiapan untuk melihat kemungkinan perluasan kembali kasus Covid-19 di musim dingin mendatang.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang mengirimkan kuesioner kepada 1.715 institusi medis yang menerima subsidi, dan merangkum status pendapatan dan pengeluaran dari 1.290 institusi medis yang merespons.

Baca juga: Gardu Listrik JR Terbakar, Perjalanan Kereta Api di Kanto Jepang Mengalami Keterlambatan

Menurut kementerian, pendapatan praktik medis sebesar 9,49 miliar yen, turun rata-rata 360 juta yen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itu akibat tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan penyebaran virus corona.

Di sisi lain, pengeluaran seperti biaya tenaga dokter meningkat sebesar 0,1 miliar yen menjadi 9,84 miliar yen, sehingga hampir mendatar.

Akibatnya, defisit 350 juta yen, tetapi surplus 660 juta yen, terutama karena subsidi terkait corona baru seperti pengamanan tempat tidur, pada Tahun Fiskal 2019 sebesar 0,2 miliar yen sebelum munculnya bencana corona.

Menilik 140 rumah sakit (RS) nasional, 94 RS menerima pasien baru Covid-19. Mereka menerima rata-rata 1,01 miliar yen dalam bentuk subsidi, dan saldo akhir rata-rata 640 juta yen.

Pada tahun fiskal 2019 tampak "hitam" surplus pada 0,1 miliar yen.

Namun, ada kasus yang sulit bagi institusi medis yang menerima subsidi untuk menerima pasien baru karena kekurangan perawat dan kesulitan mengamankan jalur arus pasien baru virus corona.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas