Tribun

Virus Corona

China Akan Uji Puluhan Ribuan Sampel Bank Darah di Wuhan Untuk Selidiki Asal-Usul Covid-19

China akan menguji puluhan ribu sampel di bank darah di Wuhan untuk mengetahui asal-usul Covid-19

Editor: hasanah samhudi
China Akan Uji Puluhan Ribuan Sampel Bank Darah di Wuhan Untuk Selidiki Asal-Usul Covid-19
Hector RETAMAL / AFP
Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus corona Covid-19, mengenakan alat pelindung terlihat selama kunjungan mereka ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan Hubei di Wuhan, Provinsi Hubei tengah China pada 2 Februari 2021 . 

Ia menambahkan, begitu para ahli China mendapatkan hasilnya, mereka akan mengirimkannya ke pakar China dan tim asing.

Liang mengatakan sampel berasal dari tabung pembuka kantong darah donor, ditutup rapat dan kemudian disimpan.

Para ahli China telah membuat beberapa penilaian dan evaluasi pada metode pengujian dan rencana tindakan, yang akan dilaksanakan setelah berakhirnya batas waktu dua tahun.

Para ahli mengatakan, sampel yang disimpan dengan benar akan dapat mengandung informasi penting dari antibodi pertama yang dibuat oleh manusia untuk melawan penyakit tersebut.

Liang mengatakan pada bulan Juli bahwa sementara kasus pertama yang dilaporkan terjadi di Wuhan pada 8 Desember, "penelitian kami dan makalah penelitian terkait sebelumnya dari para ilmuwan Tiongkok sepenuhnya memperkirakan  8 Desember mungkin bukan kasus utama. Mungkin ada kasus lain yang terjadi sebelumnya."

Baca juga: Soal Asal-usul Virus Corona, China Tolak Rencana WHO Kembali Selidiki Teori Kebocoran Lab Wuhan

Baca juga: Ilmuwan China Bantah Teori Covid-19 Berasal dari Kebocoran Institut Virologi Wuhan

Epidemiolog dari Universitas Columbia, Profesor Maureen Miller, mengatakan pengujian sampel tersebut akan berisi petunjuk penting.

Miller mendesak China untuk mengizinkan para ahli asing untuk mengamati prosesnya. "Tidak ada yang akan percaya hasil apa pun yang dilaporkan China kecuali setidaknya ada pengamat yang memenuhi syarat," katanya.

“Sampel bahkan mungkin menunjukkan siapa yang pertama kali terinfeksi, di mana, dan usia serta pekerjaan mereka,” tambah Miller.

Dr. William Schaffner, dari divisi penyakit menular Departemen Kedokteran Universitas Vanderbilt, mengatakan sampel tersebut memberi kesempatan untuk mengetahui dengan tepat kapan virus ini mulai menginfeksi manusia.

Schaffner menyarankan sampel dapat dibawa ke Jenewa, atau tujuan netral lainnya, untuk mengizinkan para ahli WHO untuk mengambil bagian dalam pengujian.

Baca juga: Beijing Dukung Petisi Usut Lab Fort Detrick AS dan Asal Muasal Virus Corona

Baca juga: China Usulkan Pandangan Sendiri Soal Asal-usul Covid-19, Bisa Saja Diimpor ke Wuhan. . .

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas