Tribun

PM Jepang Akan Bangun Anti Peluru Kendali yang Canggih Guna Lindungi Rakyatnya

PM Jepang Fumio Kishida akan membangun sistem anti peluru kendali yang canggih guna melindungi rakyat Jepang dari serangan missile yang ditujukan ke

Editor: Johnson Simanjuntak
PM Jepang Akan Bangun Anti Peluru Kendali yang Canggih Guna Lindungi Rakyatnya
Richard Susilo
PM Jepang Fumio Kishida dalam kampanye hari pertama pemilu nasional Jepang malam ini (19/10/2021) di NHK 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - PM Jepang Fumio Kishida akan membangun sistem anti peluru kendali yang canggih guna melindungi rakyat Jepang dari serangan missile yang ditujukan ke Jepang termasuk dari Korea Utara yang berulang kali melakukan uji coba peluncuran dan jatuh ke area Jepang.

"Kita akan bangun sistem anti peluru kendali yang canggih untuk mengantisipasi missile dari Korea Utara," tekan PM Kishida malam ini Selasa (19/10/2021) dalam kampanye hari pertama pemilu nasional di NHK.

Selain itu PM Kishida juga mengecam keras kelakuan Korut yang berulang kali melakukan uji coba peluru kendali.

"Hal itu jelas melanggar konvensi PMM, melanggar peraturan internasional sehingga harus dihentikan segera selamanya," tekannya lagi.

Untuk itu PM Kishida akan melakukan revisi atas UU keamanan security nasional Jepang agar rakyat terlindungi dengan baik.

Termasuk revisi 4 pasal amandemen UUD Jepang untuk memperluas kemampuan pasukan bela diri Jepang (SDF), khususnya di kancah internasional dan perlindungan bagi badan itu sendiri.

"Kita harus memberikan sosialisasi yang lebih jauh lagi ke masyarakat karena saya lihat masih banyak yang belum mengerti pentingnya perlindungan negara Jepang di kancah internasional seperti sekarang ini. Kalau rakyat mayoritas setuju maka perubahan amandemen UUD itu dengan mudah bisa segera dilakukan," tekannya lagi.

PM Kishida juga menekankan antisipasi terhadap corona dengan tiga hal yaitu tes PCR, Vaksinasi dan obat-obatan terapeutik untuk menjaga preventif kesehatan masyarakat di Jepang saat ini.

Baca juga: PM Jepang Fumio Kishida Resmi Bubarkan Parlemen

"Kita juga harus siap untuk skenario terburuk apabila datang gelombang ke-6 nantinya. Kita harus antisipasi semua tempat tidur "hantu" agar dapat diaktifkan dengan sebaik mungkin jangan lagi ada yang  sampai tidak  terpakai. Penanganan pelayanan kesehatan yang secukupnya dan sebaiknya akan diberikan kepada masyarakat nantinya sehingga semua pasien bisa terawat di rumah sakit dengan baik di saat datang gelombang berikutnya."

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas