Tribun

KTT ASEAN

Junta Myanmar Tak Diundang ke KTT ASEAN, Joe Biden Pimpin Delegasi Amerika Serikat

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dimulai Selasa (26/10/2021) tanpa mengikutkan junta militer Myanmar, dan Joe Biden memimpin delegasi Amerika Serikat

Editor: hasanah samhudi
Junta Myanmar Tak Diundang ke KTT ASEAN, Joe Biden Pimpin Delegasi Amerika Serikat
Selebaran/AFPTV/ MRTV/AFP
Foto tangkap layar AFPTV yang diambil pada 9 April 2021 dari Radio dan Televisi Myanmar (MRTV), juru bicara junta Brigjen Zaw Min Tun berbicara selama konperensi pers oleh pemerintah militer di Naypidaw. Junta Myanmar Senin (25/10/2021) mengancam mengikuti KTT ASEAN setelah asosiasi ini menyatakan pemimpin militer Myanmar tidak dapat hadir karena komitmennya untuk meredakan krisis berdarah diragukan. 

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Para pemimpin negara Asia Tenggara memulai konferensi tingkat tinggi (KTT) tahunan pada Selasa (26/10/2021), tanpa pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing.

Sementara Presiden AS Joe Biden akan menghadiri pertemuan bersama secara virtual pada KTT 10 anggota Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN).

Tuan rumah KTT Brunei mengatakan asosiasi ini akan mengundang perwakilan non-politik dari Myanmar tetapi belum ada konfirmasi siapa orangnya.

Kementerian luar negeri Myanmar pada Senin (25/10/2021) malam mengatakan pihaknya hanya akan menyetujui kepala negara atau perwakilan menteri.

Ini sepertinya secara tidak langsung merujuk pada kursinya akan kosong di KTT.

Baca juga: Setelah Ditekan ASEAN, Myanmar Bebaskan Ratusan Tahanan Politik

Baca juga: Tak Diundang KTT Asean, Junta Myanmar Tuduh Ada Campur Tangan AS dan UE atas Pengucilan Itu

Menteri luar negeri ASEAN pada 15 Oktober memutuskan untuk mengesampingkan Min Aung Hlaing, yang menggulingkan pemerintahan yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi.

Para menteri ASEAN mengutip kegagalan pemimpin junta untuk menerapkan rencana perdamaian ASEAN.

Di antaranya mengakhiri permusuhan, memulai dialog, memungkinkan dukungan kemanusiaan, dan memberikan akses penuh utusan khusus di negara itu.

Kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik menyebutkan bahwa militer Myanmar telah membunuh lebih dari 1.000 orang dan menangkap ribuan orang lainnya sejak melancarkan kudeta 1 Februari.

Saat pengambilalihan kekuasaan dan menahan Aung San Suu Kyi, pemimpin militer telah menahan sebagian besar sekutu Aung San, dan mengakhir satu dekade pemerintahan demokrasi di Myanmar.

Baca juga: Militer Myanmar Tak Akan Izinkan Utusan Khusus ASEAN Bertemu Aung San Suu Kyi

Baca juga: Oposisi Myanmar Sambut Baik Junta Militer Tidak Diundang KTT ASEAN

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas