Tribun

Penanganan Covid

Studi di Amerika: Obat Kecanduan Alkohol Berpotensi Untuk Melawan Covid-19 yang Parah

Hasil studi di Amerika menemukan obat kecanduan alkohol (alkoholisme) yang ada di pasaran berpotensi sebagai pengobatan melawan Covid-19

Editor: hasanah samhudi
Studi di Amerika: Obat Kecanduan Alkohol Berpotensi Untuk Melawan Covid-19 yang Parah
pixabay.com
ILUSTRASI peneliti tengah uji obat yang diyakini bisa sembuhkan Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah peneliti mengatakan obat yang ada di pasaran dan biasa digunakan untuk mengobati kecanduan alkohol (alkoholisme) berpotensi sebagai pengobatan COVID-19.

Dilansir dari UPI, para peneliti menemukan bahwa orang yang memakai disulfiram, yang dikenal sebagai Antabuse, untuk alkoholisme memiliki risiko infeksi Covid-19 yang lebih rendah.

Juga disebutkan, pengguna obat ini lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal akibat virus corona jika terinfeksi daripada mereka yang tidak menggunakan obat tersebut.

Temuan ini baru-baru ini dipublikasikan secara online di jurnal PLOS ONE.

Penelitian ini bersifat observasional, sehingga tidak menetapkan hubungan sebab-akibat antara disulfiram dan infeksi dan hasil Covid-19.

Baca juga: Studi: Vaksin Covid-19 Buatan India, Covaxin, Sangat Manjur Tanpa Masalah Keamanan

Baca juga: Studi di AS: Pengidap Sleep Apnea Berisiko Lebih Tinggi Terkena Covid-19 yang Parah Hingga Kematian

Para peneliti di Harvard Medical School dan Boston Children’s Hospital mengatakan, hasil penelitian ini cukup menggembirakan untuk menjamin studi lebih lanjut dan uji klinis.

"Ini adalah kandidat yang bagus untuk obat repurpose. Ini dapat dengan mudah tersedia di seluruh dunia jika kita dapat membuktikannya memiliki efek positif pada pasien dengan Covid-19," kata Chris Sander, seorang profesor biologi sel di Harvard Medical School.

Untuk penelitian ini, para peneliti menganalisis data lebih dari 944.000 veteran AS yang mendapat setidaknya satu tes Covid-19 antara Februari 2020 dan Februari 2021, termasuk lebih dari 2.200 yang telah diresepkan disulfiram untuk alkoholisme.

Studi ini menemukan bahwa mereka yang menggunakan disulfiram memiliki tingkat infeksi Covid-19 34 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak menggunakan obat tersebut.

Tak satu pun dari veteran yang terinfeksi yang memakai disulfiram meninggal, dibandingkan dengan 3 persen dari veteran yang terinfeksi yang tidak memakai obat.

Baca juga: Semua Alternatif Jenis Pengobatan Covid-19 Wajib Uji Klinis

Baca juga: Apakah Minyak Esensial Bisa Digunakan sebagai Pengobatan?

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas