Tribun

Dilecehkan Pimpinannya, Mantan Manajer Perusahaan Farmasi di Jepang Dapat Ganti Rugi 60 Juta Yen

Perusahaan mengklaim dalam persidangan bahwa "tidak ada pelecehan seksual" di dalam perusahaan tersebut.

Editor: Dewi Agustina
Dilecehkan Pimpinannya, Mantan Manajer Perusahaan Farmasi di Jepang Dapat Ganti Rugi 60 Juta Yen
Ryukakusan
Contoh produk dari Situs Ryukakusan Co.Ltd. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang wanita, mantan manajer urusan hukum di sebuah perusahaan farmasi besar, Ryukakusan Co.Ltd mendapat ganti rugi 60 juta yen atas kasus pelecehan seksual yang dilakukan pimpinannya beberapa tahun lalu.

Wanita itu mengklaim bahwa dia diberhentikan setelah menyelidiki kasus pelecehan seksual pimpinan, dan perusahaan meminta mantan direktur untuk membatalkan tuduhan pelecehan seksual tersebut.

Seorang wanita yang bertanggung jawab atas urusan hukum di sebuah perusahaan farmasi besar "Ryukakusan" yang berkantor pusat di Chiyoda-ku, Tokyo, melakukan penyelidikan berdasarkan informasi bahwa presiden telah melecehkannya secara seksual di pesta akhir tahun pada tahun 2019.

Wanita itu kemudian diberhentikan secara tidak adil oleh perusahaan.

Perusahaan mengklaim dalam persidangan bahwa "tidak ada pelecehan seksual" di dalam perusahaan tersebut.

Baca juga: Miris, Mayoritas Korban Pelecehan Seksual Takut Lapor Gara-gara Victim Blaming

Menurut pengacara mantan manajer di pengadilan ini, perusahaan akan membayar biaya penyelesaian sebesar 60 juta yen kepada wanita itu dan akan pensiun setelah kesepakatan bersama, dan lainnya.

Penyelesaian telah dicapai di pengadilan dengan ganti rugi 60 juta yen.

Pengacara mantan karyawan itu mengatakan, "Jumlah uang pelunasan hampir sama dengan gaji ketika mantan manajer bekerja sampai usia pensiun, dan kami menganggap pemecatan itu tidak sah."

"Klaim kami tidak berubah secara konsisten dari sebelumnya. Tetapi kami telah menyetujui penyelesaian ini dengan mempertimbangkan berbagai hal. Kami akan terus berusaha untuk kepatuhan yang menyeluruh," demikian komentar Ryukakusan.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas