Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ilmuwan Jepang Kembangkan Masker yang Bisa Menyala Ketika Terpapar Covid-19

Sebuah tim dari Universitas Prefektur Kyoto tengah mengembangkan masker yang bisa mendeteksi paparan Covid-19. Masker bisa menyala saat terkena virus.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ilmuwan Jepang Kembangkan Masker yang Bisa Menyala Ketika Terpapar Covid-19
Kyoto Prefectural University
masker yang dikembangkan tim Yasuhiro Tsukamoto. Sebuah tim dari Universitas Prefektur Kyoto tengah mengembangkan masker yang bisa mendeteksi paparan Covid-19. Masker bisa menyala saat terkena virus. 

Namun, jika memakai dua masker membuat Anda sulit bernapas, buang salah satunya.

"Tidak ada masker yang berfungsi jika Anda tidak dapat memakainya dengan nyaman," kata Dr. Segal.

"Dan menggandakan masker hingga Anda tidak dapat bernapas dapat menjadi godaan bagi Anda untuk melepasnya hingga akhirnya malah tidak memakai masker sama sekali."

"Ini bagaikan pedang bermata dua," ujar Dr. Krilov setuju.

"Masker ekstra mungkin terdengar seperti ide yang bagus, tetapi lapisan ekstra itu mungkin membuat Anda lebih sulit bernapas, sehingga Anda lebih mungkin menarik masker untuk bernapas lebih baik."

Penutupan ganda atau penambahan bahan penyaringan mungkin menjadi tren pandemi terbaru.

Tetapi Anda tidak perlu melakukannya hanya karena Anda melihat orang lain melakukannya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Konsensusnya adalah bahwa masker yang tepat adalah masker bedah atau masker kain yang memiliki dua lapisan," kata Dr. Krilov.

Berikut ini penjelasan singkat tentang masker wajah terbaik:

CDC merekomendasikan untuk memilih masker yang memiliki dua atau lebih lapisan kain yang dapat dicuci dan tetap membuat penggunanya bisa bernapas dengan baik.

Masker harus benar-benar menutupi hidung dan mulut Anda dan pas dengan sisi wajah Anda (tidak ada celah).

Jangan memakai masker yang terbuat dari vinil atau bahan lain yang membuat Anda sulit bernapas.

CDC juga menyarankan untuk tidak menggunakan masker dengan katup atau ventilasi pernafasan, karena ini memungkinkan partikel virus keluar.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas