Presiden Afrika Selatan Ajak Ilmuwan Negara BRICS Gabung Pelajari Covid-19
Ajakan kerjasama itu tentu saja berhubungan dengan temuan varian Omicron yang belum lama ini diumumkan oleh WHO.
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JOHANNESBURG - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa telah mengundang para ilmuwan dari negara-negara anggota BRICS, mengunjungi negaranya dan mempelajari virus corona (Covid-19) dan mutasinya dengan ilmuwan lokal.
Seperti disampaikan Kantor Kepresidenan negara itu dalam sebuah pernyataan.
"Presiden Cyril Ramaphosa telah mengundang para ilmuwan dari sesama negara BRICS, Brazil, Rusia, India, dan China untuk bekerja bersama para ilmuwan Afrika Selatan dalam meneliti lebih lanjut berbagai karakteristik virus Covid-19 dan mutasinya," kata kantor itu.
Baca juga: Pemerintah Inggris Siapkan Rencana C untuk Atasi Covid-19 Varian Omicron
Baca juga: Ingatkan Omicron Jadi Ancaman Baru, IMF Akan Berikan Fasilitas SDR ke Negara Anggota G20
Dikutip dari laman Sputnik News, Sabtu (11/12/2021), kerja sama ini berlangsung dalam rangka pendirian Pusat Penelitian dan Pengembangan Vaksin BRICS dalam format virtual.
Sebelumnya, selama pertemuan darurat pada 26 November lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian baru Covid-19 ini sebagai 'varian yang menjadi perhatian' dan menyebutnya dengan nama Omicron.
Varian ini kali pertama diidentifikasi di Afrika Selatan dan kini telah menyebar ke seluruh dunia karena semakin banyak negara yang melaporkan kasus Omicron.
Baca juga: Cegah Varian Omicron Pemda Diminta Akselerasi Program Vaksinasi Covid-19
Penyebaran varian ini pun mendorong banyak negara untuk menutup perbatasan mereka bagi orang asing yang datang dari kawasan Afrika, terlepas dari apakah mereka memegang sertifikat vaksinasi, telah pulih dari Covid-19 atau memiliki hasil tes negatif.