Korban Tewas Akibat Kerusuhan Kazakhstan Mencapai 225 Orang
Kerusuhan di Kazakhstan akibat protes harga bahan bakar telah menewaskan 225 orang. 19 di antaranya petugas penegak hukum dan personel militer.
Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
![Korban Tewas Akibat Kerusuhan Kazakhstan Mencapai 225 Orang](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/kondisi-kazakhstan-usai-kerusuhan-berdarah_20220110_080155.jpg)
Dilansir The National News, pada awal tahun 2022, harga bahan bakar gas cair, yang digunakan sebagian besar orang Kazakh untuk bahan bakar mobil, naik dua kali lipat.
Pemerintah beralasan kenaikan tersebut sebagai kontrol harga agar sejalan dengan harga pasar global.
Meskipun Kazakhstan memiliki cadangan gas dan minyak yang luas serta kekayaan mineral, ketidakpuasan tentang kondisi kehidupan yang buruk sangat kuat di beberapa bagian negara itu.
Banyak orang Kazakh juga kesal dengan dominasi partai yang berkuasa yang memegang lebih dari 80 persen kursi di parlemen.
Protes terus berlanjut meskipun pemerintah mengundurkan diri.
Pihak berwenang memutuskan untuk menurunkan harga bahan bakar dan membatasinya selama enam bulan ke depan.
Dalam insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak kemerdekaan pada tahun 1991, pengunjuk rasa bahkan berusaha untuk merobohkan patung Nursultan Nazarbayev.
Nursultan Nazarbayev adalah presiden pertama yang merupakan kekuatan politik dominan di negara itu selama lebih dari tiga dekade.
Ia menyerahkan kekuasaan kepada Tokayev pada tahun 2019.
Apa hubungannya presiden dengan aksi protes ini?
Tokayev telah menjanjikan respons yang tegas terhadap aksi protes tersebut.
"Sebagai presiden, saya berkewajiban untuk melindungi keselamatan dan kedamaian warga negara kami, mengkhawatirkan integritas Kazakhstan," katanya saat di televisi Kazakh, seraya menambahkan bahwa dia bermaksud "bertindak sekuat mungkin".
Tokayev mengumumkan keadaan darurat di Almaty pada hari Selasa (4/1/2022), memberlakukan jam malam dan membatasi akses ke kota.
Baca juga: Imbas Kerusuhan, Presiden Kazakstan Pecat Dua Pejabat Keamanan Negara
Baca juga: Polisi Irlandia Selidiki Kasus Pembunuhan Seorang Wanita yang Tewas saat Jogging
Ratusan pengunjuk rasa ditahan setelah menyerbu kantor-kantor pemerintah.