Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sejarah Nuklir: AS Gunakan Nuklir saat Perang Dunia II, Uni Soviet Saingi Persenjataan Nuklir

Sejarah Nuklir: AS gunakan Nuklir saat Perang Dunia II, Uni Soviet saingi persenjataan Nuklir AS dengan uji coba nuklir Soviet pertama pada 1949.

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Sri Juliati
zoom-in Sejarah Nuklir: AS Gunakan Nuklir saat Perang Dunia II, Uni Soviet Saingi Persenjataan Nuklir
Gambar oleh StudioKlick dari Pixabay
Chernobyl - Sejarah Nuklir: AS gunakan Nuklir saat Perang Dunia II, Uni Soviet saingi persenjataan Nuklir AS dengan uji coba nuklir Soviet pertama pada 1949. 

TRIBUNNEWS.COM - Senjata nuklir adalah senjata paling berbahaya di Bumi.

Satu buah nuklir dapat menghancurkan seluruh kota, berpotensi membunuh jutaan orang, dan membahayakan lingkungan alam dan kehidupan generasi mendatang melalui efek bencana jangka panjangnya, dikutip dari laman PBB.

Saat ini, nuklir digunakan oleh negara-negara adidaya seperti Rusia dan Amerika Serikat.

Sebelum menyerang Ukraina, Rusia telah terlebih dahulu memasok nuklir mereka di Belarusia.

Baca juga: 40 Persen Gas Alam Eropa Dipasok Rusia, Ini Jalurnya

Apa itu Nuklir?

Sistem rudal Rusia 9M729.
Sistem rudal Rusia 9M729. (WSJ)

Senjata nuklir adalah perangkat yang menggunakan reaksi nuklir untuk menciptakan ledakan.

Ledakan ini jauh lebih kuat daripada ledakan konvensional (seperti TNT).

Ketika senjata nuklir meledak, ia akan mengeluarkan empat jenis energi: gelombang ledakan, cahaya intens, panas, dan radiasi.

Dikutip dari CDC, senjata nuklir bisa berupa bom atau rudal.

Ketika senjata nuklir meledak, maka akan tercipta bola api yang besar.

Segala sesuatu di dalam bola api ini akan menguap dan bergerak ke atas, hingga menciptakan awan berbentuk jamur.

Materi nuklir di awan akan mendingin menjadi partikel seperti debu dan jatuh kembali (Fallout) ke Bumi.

Fallout dapat dibawa oleh angin dan dapat berakhir bermil-mil, jauh dari lokasi ledakan.

Kandungan Fallout bersifat radioaktif dan dapat mencemari apa pun yang ditumpanginya.

Baca juga: Ukraina Setujui Pertemuan Negosiasi di Belarusia, Presiden Lukashenko Jamin Keamanan Delegasi

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas