Sejarah Nuklir: AS Gunakan Nuklir saat Perang Dunia II, Uni Soviet Saingi Persenjataan Nuklir
Sejarah Nuklir: AS gunakan Nuklir saat Perang Dunia II, Uni Soviet saingi persenjataan Nuklir AS dengan uji coba nuklir Soviet pertama pada 1949.
Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Sri Juliati
Selama demonstrasi Women Strike for Peace pada 1 November 1961 yang diselenggarakan bersama oleh aktivis Bella Abzug, sekitar 50.000 wanita berbaris di 60 kota di Amerika Serikat untuk berdemonstrasi menentang senjata nuklir.
Gerakan antinuklir menarik perhatian nasional lagi pada 1970-an dan 1980-an dengan protes profil tinggi terhadap reaktor nuklir setelah kecelakaan Three Mile Island—kehancuran nuklir di pembangkit listrik Pennsylvania pada 1979.
Pada tahun 1982, satu juta orang berbaris di New York City memprotes senjata nuklir dan mendesak diakhirinya perlombaan senjata nuklir Perang Dingin. Itu adalah salah satu protes politik terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT)
Amerika Serikat dan Uni Soviet memimpin dalam negosiasi perjanjian internasional untuk menghentikan penyebaran senjata nuklir lebih lanjut pada tahun 1968.
Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (juga disebut Non-Proliferation Treaty atau NPT) mulai berlaku pada tahun 1970.
Perjanjian ini memisahkan negara-negara di dunia menjadi dua kelompok, yaitu negara yang memiliki senjata nuklir dan negara yang tidak memiliki senjata nuklir.
Negara senjata nuklir termasuk lima negara yaitu Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris Raya, Prancis, dan China.
Menurut perjanjian itu, negara-negara yang memiliki senjata nuklir setuju untuk tidak menggunakan senjata nuklir atau membantu negara-negara non-nuklir memperoleh senjata nuklir.
Mereka juga sepakat untuk secara bertahap mengurangi persediaan senjata nuklir mereka dengan tujuan akhir pelucutan senjata total.
Sementara negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir sepakat untuk tidak memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.
Kemudian, ketika Uni Soviet runtuh pada awal 1990-an, masih ada ribuan senjata nuklir yang tersebar di Eropa Timur dan Asia Tengah.
Banyak dari senjata tersebut berlokasi di Belarus, Kazakhstan, dan Ukraina.
Senjata-senjata ini dinonaktifkan dan dikembalikan ke Rusia.
Baca juga: Putin Perintahkan Pasukan Nuklir Rusia Siaga Tinggi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Baru, AS Beri Kecaman
Negara Senjata Nuklir Ilegal
Beberapa negara menginginkan opsi untuk mengembangkan persenjataan senjata nuklir mereka sendiri dan tidak pernah menandatangani NPT atau izin resmi.
India, Pakistan, dan Israel
India adalah negara pertama di luar NPT yang menguji senjata nuklir pada tahun 1974.
Non-penandatangan NTP lainnya termasuk: Pakistan, Israel dan Sudan Selatan.
Pakistan dikenal memiliki program senjata nuklir.
Israel secara luas diyakini memiliki senjata nuklir, meskipun tidak pernah secara resmi mengkonfirmasi atau menyangkal keberadaan program senjata nuklir.
Sudan Selatan tidak diketahui atau diyakini memiliki senjata nuklir.
Korea Utara
Korea Utara pada awalnya menandatangani perjanjian NPT, tetapi mengumumkan penarikannya dari perjanjian tersebut pada tahun 2003.
Sejak tahun 2006, Korea Utara telah secara terbuka menguji senjata nuklir, menarik sanksi dari berbagai negara dan badan internasional.
Korea Utara menguji dua rudal balistik antarbenua jarak jauh pada tahun 2017—Satu nuklir dilaporkan mampu mencapai daratan Amerika Serikat.
Pada September 2017, Korea Utara mengklaim telah menguji bom hidrogen yang dapat dipasang di atas rudal balistik antarbenua.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Artikel lain terkait Nuklir Rusia
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.