Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan AS Jatuhkan Sanksi pada Dua Putri Putin, Diduga Ikut Terlibat Sembunyikan Harta Putin

Berikut alasan dari AS sengaja menjatuhkan sanksi terhadap dua putri Putin, diduga karena sembunyikan harta Putin.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Inza Maliana
Editor: Miftah
zoom-in Alasan AS Jatuhkan Sanksi pada Dua Putri Putin, Diduga Ikut Terlibat Sembunyikan Harta Putin
The Guardian dan Infinity News
Dua putri Presiden Rusia, Vladimir Putin terancam menghadapi sanksi dari Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS), menyusul tuduhan kejahatan perang terhadap pasukan Rusia. 

"Presiden tidak memiliki aset selain yang telah dia nyatakan," tambahnya.

Namun, anggota parlemen AS percaya sebaliknya.

Senator AS Sheldon Whitehouse menyebut Putin dan anak buahnya menyembunyikan uang mereka.

"Putin dan oligarkinya menyimpan uang kotor mereka di negara-negara hukum dengan membeli rumah mewah, kapal pesiar besar, karya seni, dan aset bernilai tinggi lainnya," kata Senator AS Sheldon Whitehouse beberapa minggu lalu.

Sosok Maria Vorontsova

Mariya Vorontsova
Mariya Vorontsova (Infinity News)

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Maria Vorontsova yang memiliki nama lahir Maria Vladimirovna Putina merupakan putri sulung Presiden Putin dari pernikahannya dengan Lyudmila Putina.

Vorontsova lahir pada 28 April 1985.

Rekomendasi Untuk Anda

Wanita 36 tahun yang juga dikenal sebagai Maria Faassen ini, merupakan ahli endokrinologi pediatrik Rusia.

Vorontsova dan adiknya, Katerina Tikhonova, pernah dikirim ayahnya ke Jerman saat terjadi perang geng di St. Petersburg.

Vorontsova mempelajari biologi di Universitas Negeri Saint Petersburg dan merupakan lulusan kedokteran di Universitas Negeri Moskow pada tahun 2011.

Ia aktif menulis lima studi antara tahun 2013 dan 2015, dan ikut menjadi penulis buku tentang pengerdilan idiopatik pada anak-anak.

Anak pertama Putin ini, disebut-sebut sebagai penasihat presiden dalam rekayasa genetika, terutama dalam penggunaan CRISPR untuk menciptakan bayi-bayi rekayasa genetika.

Vorontsova menikah dengan pengusaha Belanda, Jorrit Faassen dan tinggal di sebuah penthouse di atas bangunan tertinggi di Voorschoten, Belanda pada 2013.

Namun, pada tahun 2014, publik Belanda menyerukan Vorontsova agar diusir setelah Malaysia Airlines Penerbangan 17 ditembak jatuh oleh pemberontak pro-Rusia di Ukraina.

Pada tahun 2015, Vorontsova dan Faassen dilaporkan tinggal di Moskow.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas