Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demi Ringankan Beban Ekonomi, Pakistan Minta Warga Kurangi Minum Teh

Pemerintah Pakistan mendesak masyarakat agar mengurangi konsumsi teh di tengah inflasi yang tinggi dan melemahnya rupee.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
zoom-in Demi Ringankan Beban Ekonomi, Pakistan Minta Warga Kurangi Minum Teh
Culture Trip
Ilustrasi teh herbal - Pemerintah Pakistan mendesak masyarakat agar mengurangi konsumsi teh di tengah inflasi yang tinggi dan melemahnya rupee. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Pakistan mendesak masyarakat agar mengurangi konsumsi teh di tengah inflasi yang tinggi dan melemahnya rupee.

Menteri Federal untuk Perencanaan dan Pembangunan Pakistan, Ahsan Iqbal, pada Selasa (14/6/2022) mengatakan kepada awak pers bahwa masyarakat bisa mengurangi konsumsi teh, untuk menjaga perekonomian negara tetap bertahan.

Kata dia, masyarakat cukup meminum satu atau dua cangkir teh saja per-hari karena impor menambah beban keuangan negara.

“Saya mengimbau kepada bangsa untuk mengurangi asupan teh satu atau dua cangkir setiap hari karena kami meminjam uang untuk impor teh juga,” kata Iqbal.

“Teh yang kita impor itu diimpor dengan mengambil pinjaman,” ujarnya, dikutip dari CNN

Baca juga: Indonesia Perluas Pasar Ekspor CPO dan Minyak Goreng ke Pakistan

Baca juga: Wabah Polio Menyebar di Pakistan, Pejabat Sebut Para Orang Tua Diperdaya Konspirasi

ilustrasi teh
ilustrasi teh (Freepik)

Ia juga mengimbau para pengusaha untuk menutup bisnisnya pada pukul 20.30 untuk menekan biaya listrik.

Negara Asia Selatan ini merupakan importir teh terbesar di dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Observatory of Economic Complexity, Pakistan membeli lebih dari 600 juta dollar AS (Rp 8,8 triliun) tahun lalu.

Cadangan mata uang asing negara yang rendah saat ini disebut hanya cukup untuk membiayai kurang dari dua bulan kebutuhan semua impor.

Negara berpenduduk 220 juta jiwa ini menghadapi krisis ekonomi yang parah selama berbulan-bulan.

Harga bahan pokok seperti makanan, gas, hingga minyak mengalami kenaikan.

Sementara itu, cadangan mata uang asingnya menurun dengan cepat.

Imbauan untuk mengurangi minum teh ditanggapi kritikan oleh warganet di Pakistan.

Di media sosial ramai pendapat yang mengejek permohonan Menteri Iqbal tersebut.

Warga Pakistan antre membeli BBM
Warga Pakistan antre membeli BBM (AFP)

Mereka menilai mengurangi minum teh tidak akan banyak membantu meringankan kesengsaraan ekonomi negara itu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas