Tribun

Stabilkan Krisis Mata Uang, Zimbabwe Mulai Gunakan Emas Sebagai Alat Pembayaran

Bank Sentral Zimbabwe berencana untuk mengeluarkan sebuah koin emas yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah pada masyarakatnya

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Stabilkan Krisis Mata Uang, Zimbabwe Mulai Gunakan Emas Sebagai Alat Pembayaran
Hurriyet Daily News
Mata uang dolar Zimbabwe. Zimbabwe saat ini mengalami tekanan inflasi yang tidak terkendali dan mata uang lokal Zimbabwe terus terdevaluasi dengan cepat terhadap mata uang utama. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, HARARE – Krisis ekonomi yang tengah menghantam pasar global tak hanya menghadirkan ancaman inflasi bagi Zimbabwe, namun juga memicu krisis mata uang hingga membuat nilai mata uang di negara tersebut runtuh.

Mencegah timbulnya kerugian yang mendalam pada mata uang negara di Afrika bagian selatan ini, membuat Bank Sentral Zimbabwe berencana untuk mengeluarkan sebuah koin emas yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah pada masyarakatnya.

“Koin emas tersebut akan tersedia untuk dijual kepada masyarakat baik dalam mata uang lokal maupun dolar AS dan mata uang asing lainnya dengan harga berdasarkan harga emas internasional yang berlaku dan biaya produksi,” kata Gubernur Bank Sentral, John Mangudya.

Baca juga: Investor Dukung Rencana Zimbabwe Cetak Koin Emas untuk Atasi Inflasi

Dilansir dari The Guardian emas yang akan dijual Zimbabwe yaitu koin emas satu troy-ons yang biasa disebut Mosi oa-Tunya Gold Coin.

Dengan berat 22 karat, koin emas ini nantinya akan dilengkapi dengan nomor seri sehingga sang pemilik bisa dengan mudah mengkonversikan koin ini menjadi uang tunai. Selain itu koin ini juga dapat dijadikan sebagai alat jaminan pinjaman dan fasilitas kredit.

Peluncuran koin tersebut bukan tanpa alasan, rilisnya koin emas ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya krisis mata uang dan depresiasi tajam pada dolar Zimbabwe yang berpotensi meningkatkan angka inflasi di Zimbabwe, mengingat saat ini inflasi tahunan negara ini telah melonjak menjadi 192 persen terhitung sejak Juni 2022.

Bank sentral Zimbabwe, tak sendiri untuk meluncurkan koin ini pihaknya akan dibantu oleh perusahaan investasi Fidelity Gold Refinery, Aurex serta beberapa bank lokal.

Baca juga: Bareskrim Polri Sita 1 Triliun Mata Uang Zimbabwe Dari Rumah Bos EDCCash

Dengan cara ini pemerintah diharap agar koin emas tersebut dapat menumbuhkan kembali kepercayaan investor terhadap dolar Zimbabwe, serta untuk mengurangi kelebihan likuiditas dolar yang beredar di masyarakat dengan begitu mata uang ini bisa bangkit menuju level tertinggi.

“Strategi penjualan koin diprediksi dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap dolar Zimbabwe, yang akan digunakan untuk membelinya.” jelas IH Securities, pialang yang berbasis di Harare.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas