Tribun

Berpose We Tiga Jari, Toyota Jepang Luncurkan Proyek Olahraga A-Arena Bangkitkan Masyarakat Sekitar

Bersama dua anak usaha TMC lainnya, Toyota Alvark Tokyo dan Toyota Fudosan, Toyoda berpose dengan tiga jari ke atas (jempol, telunjuk dan jari tengah)

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Berpose We Tiga Jari, Toyota Jepang Luncurkan Proyek Olahraga A-Arena Bangkitkan Masyarakat Sekitar
Foto Richard Susilo
Wakil Chairman Toyota Motor Corporation Shigeru Hayakawa (kiri), CEO Toyota  Alvark Tokyo Corporation Kunihiko Hayashi dan CEO Toyota Fudosan, Tomohide Yamamura (kanan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mengaku 13 tahun pengalaman sebagai Presiden dan CEO Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda, 66, diselamatkan olahraga (sports), kini TMC mulai meluncurkan proyek olahraga A-Arena untuk membangkitkan masyarakat sekitar menyehatkan mereka dalam kehidupannya.

Bersama dua anak usaha TMC lainnya, Toyota Alvark Tokyo dan Toyota Fudosan, Toyoda berpose dengan tiga jari ke atas (jempol, telunjuk dan jari tengah) membentuk huruf W dengan arti We (kita) bersama-sama membangun dan membangkitkan kehidupan di sekitar kita.

"Itu bukan pose resmi Toyota, tetapi dalam kaitan dan untuk kerjasama bersama Toyota Alvark Tokyo dan Toyota Fudosan untuk pembangunan proyek A-Arena. Tapi di masa depan mungkin saja jadi pose TMC," papar Shigeru Hayakawa kepada Tribunnews.com Senin (29/8/2022).

CEO Toyota  Alvark Tokyo Corporation Kunihiko Hayashi kepada Tribunnews.com menjawab senang dengan perhatian atas pose tiga jari tersebut.

"Rupanya ada yang perhatikan pose tiga jari tersebut," jawabnya sambil tersenyum.

Diungkapkan Hayashi, bahwa tiga jari ke atas melambangkan We atau Kita memang dimaksudkan untuk mengajak semua pihak terutama masyarakat sekitarnya untuk berolahraga bersama, agar tercipta suasana sehat segar dan bangkit kembali di tengah pandemi corona saat ini.

"Kita ingin merangsang kembali pertumbuhan masyarakat sekitar, bangkit kembali bersama-sama dengan memanfaatkan A-Arena ini nantinya baik di dalam maupun di luar area tersebut," tegas Hayashi.

Di dalam arena dengan berlatih olahraga bersama, di luar arena dengan mobilitas bersama di tengah desan gaya hidup yang berkesinambungan nantinya.

"Kita semua nantinya bisa menikmari satu wilayah yang menarik baik di dalam maupun di luar A-Arena tersbeut yang rencana selesai tahun 2025 dengan mobiltas di sekitarnya menggunakan kendaraan yang nyaman dan menyenangkan," tambah Hayakawa lagi.

Proyek raksasa di bekas lokasi Mega Web  Toyota di daerah Aomi Tokyo itu akan selesai rencananya tahun 2025 dan para sponsor juga diundang berpartisipasi ke dalam proyek tersebut.

"Misalnya saja perusahaan yang terkait produk olahraga dan teknologi mutahir bidang olahraga, termasuk IT dan sebagainya bisa ikut serta dalam proyek ini," papar Hayashi.

Kapasitas stadiun olahraga di A-Aren tersebut nantinya bisa menampung sekitar 10.000 penonton pada bentuk stadiun yang bundar mirip stadiun olahraga nasional Tokyo tempat pembukaan Olimpiade 2020 lalu.

"Konsepnya, memasuki stadiun tersebut tidak akan ada pembatas dinding sehingga akan langsung melihat pusat kegiatan olahraga sehingga dari mana pun agan terasa dekat nantinya ke pusat pertandingan olahraga, karena bentuk yang oval itu," papar Hayashi lagi.

Luas area sekitar 27.000 meter persegi dibangun di atas tanah milik TMC, dibangun oleh Toyota Fudosan dan dioperasikan oleh Toyota Alvark Tokyo Corporation.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas