Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Bertemu di Uzbekistan, Presiden Erdogan: Vladimir Putin Ingin Segera Akhiri Perang di Ukraina

Rusia bersedia mengambil langkah sepakat dengan Ukraina terkait dengan pertukaran tahanan. 

Editor: Choirul Arifin
zoom-in Bertemu di Uzbekistan, Presiden Erdogan: Vladimir Putin Ingin Segera Akhiri Perang di Ukraina
DW.com
Presiden Rusia Vladimir Putin disebut ingin segera mengakhiri konflik dan perang di Ukraina berdasar pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang berdiskusi dengan Putin di Uzbekistan pekan lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meyakini Presiden Rusia Vladimir Putin ingin segera mengakhiri perang di Ukraina.

Hal tersebut dia ungkapkan setelah bertemu Vladimir Putin dalam pertemuan puncak di Uzbekistan pekan lalu.

Dikutip dari The Independent, Erdogan mengatakan dirinya menangkap kesan bahwa Vladimir Putin dia ingin mengakhiri konflik sesegera mungkin, setelah diskusi komprehensif pada pertemuan puncak di Uzbekistan pekan lalu.

The Voice of Ukraine memberitakan, Rusia bersedia mengambil langkah sepakat dengan Ukraina terkait dengan pertukaran tahanan. 

“Dua ratus tahanan akan ditukar dengan kesepakatan para pihak. Saya pikir langkah maju yang signifikan akan dibuat,” jelas Erdogan.

Pemimpin Turki itu juga mengkritik invasi Rusia ke Ukraina, dengan mengatakan bahwa tidak ada invasi yang dapat dibenarkan.

Dia mengatakan bahwa pada akhir perang ini, Ukraina akan sepenuhnya memulihkan integritas teritorialnya – termasuk semenanjung Krimea, yang telah berada di bawah pendudukan militer oleh Rusia sejak 2014.

“Jika perdamaian dibangun di Ukraina, pengembalian tanah yang diduduki tentu saja akan menjadi sangat penting,” kata Erdogan.

“Ini yang diharapkan. Inilah yang Anda butuhkan. Putin telah mengambil langkah-langkah tertentu. Kami telah mengambil langkah-langkah tertentu. Tanah yang diduduki akan dikembalikan ke Ukraina,” tambahnya.

Baca juga: Soal Niat Aneksasi 4 Wilayah Separatis Rusia, Menlu Ukraina Sebut Referendum Palsu Tak Ubah Apapun

Pertukaran tahanan sebelumnya dengan Rusia terjadi di Oblast Donetsk pada 2 September. Di antara tentara yang dibebaskan, sepuluh orang berasal dari Brigade Mekanik Terpisah ke-58, dan empat lainnya dari Brigade Bermotor ke-30.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas