Eks PM Pakistan Imran Khan Ditangkap, Sebut Surat Perintah Penangkapan Bermotif Politik dan Ilegal
Mantan Perdana Menteri Imran Khan untuk menangkapnya karena tidak hadir di pengadilan pada Senin atas tuduhan korupsi.
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Suci BangunDS
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Kota Lahore, Pakistan timur meningkat setelah aparat kepolisian tiba di rumah mantan Perdana Menteri (PM), Imran Khan.
Pihak berwajib menangkap Khan atas tuduhan mangkir dari pengadilan atas tuduhan korupsi pada Senin (13/3/2023).
Ratusan pendukung partai Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) berkumpul di luar kediaman mantan PM itu pada Selasa (14/3/2023).
Polisi anti huru hara menggunakan meriam air untuk memukul mundur para pendukung Khan.
Berbicara kepada Al Jazeera dari rumahnya, Khan menyebut upaya penangkapan itu bermotif politik dan benar-benar ilegal.
"(Pemerintah) ingin mengeluarkan saya dari kontes pemilu karena mereka membatu dengan popularitas partai saya," ucapnya.
Baca juga: Tanggapan Eks PM Pakistan Imran Khan soal Upaya Penangkapannya di Lahore
Pada kesempatan itu, Al Jazeera melemparkan lima poin pertanyaan kepada mantan PM Pakistan.
Selengkapnya, simak wawancara Al Jazeera dengan Imran Khan berikut ini:
Pertama, Al Jazeera mengajukan pertanyaan alasan Khan tidak mematuhi surat perintah penangkapan dan membiarkan aturan hukum berjalan dengan sendirinya.
Imran Khan menerangkan, bahwa menurut hukum, saya telah dilindungi jaminan sampai tanggal 18 (Maret).
Jadi empat hari sebelumnya, polisi datang dengan surat perintah penangkapan, yang sama sekali tidak sah.
"Jadi kami menunggu besok pagi di mana pengacara saya akan hadir di pengadilan dan menantang surat perintah penangkapan ini," paparnya.
Baca juga: Upaya Penangkapan Eks PM Pakistan Gagal, Imran Khan Dituduh Terlibat Kasus Korupsi hingga Terorisme
Khan telah merilis video yang meminta pendukungnya untuk keluar dan memperjuangkan kebebasan mereka.
"Apakah Anda tidak khawatir pesan Anda yang meminta orang untuk berkelahi dapat mengakibatkan kekerasan?," tanya Al Jazeera kepada Khan.