Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Intelijen Ukraina Tuduh Rusia Susun Skenario Insiden Radioaktif di Zaporizhzhia

Intelijen Ukraina tuduh Rusia rencanakan insiden radioaktif di Zaporizhzhia untuk menggagalkan serangan balasan Ukraina dan hentikan perang sementara.

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Daryono
zoom-in Intelijen Ukraina Tuduh Rusia Susun Skenario Insiden Radioaktif di Zaporizhzhia
dok. wikipedia
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di Ukraina. Intelijen Ukraina menuduh Rusia merencanakan skenario insiden radioaktif di Zaporizhzhia untuk menggagalkan serangan balasan Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan Rusia merencanakan skenario kecelakaan besar di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, Ukraina.

Pihak Ukraina mengatakan upaya itu untuk menggagalkan serangan balasan Ukraina.

"Rusia sedang mempersiapkan provokasi besar-besaran dan peniruan kecelakaan di pembangkit nuklir Zaporizhzhia dalam beberapa jam terdekat," kata Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina, Jumat (26/5/2023) di Twitter.

"Mereka berencana untuk menyerang wilayah ZNPP (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia). Setelah itu, mereka akan mengumumkan kebocoran zat radioaktif tersebut,” lanjutnya.

Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina lalu menyebutkan skenario yang mungkin dilakukan Rusia.

"Laporan bahan radioaktif bocor dari pabrik akan menyebabkan insiden global dan memaksa penyelidikan oleh otoritas internasional, di mana pertempuran di sana akan dihentikan," kata direktorat itu.

Baca juga: Rudal Rusia Hantam Dnipro, 2 Warga Ukraina Tewas dan 30 Lainnya Terluka

Menurutnya, Rusia akan menggunakan jeda dalam perang di Zaporizhzhia untuk menyusun kembali pasukannya dan bersiap lebih baik untuk menghentikan serangan balasan Ukraina.

Berita Rekomendasi

"Mereka jelas akan menyalahkan Ukraina dalam skenario itu," kata direktorat itu.

Para ahli mengatakan, laporan kebocoran radiasi di pabrik itu akan diikuti dengan evakuasi segera, yang bisa menjadi sangat rumit di zona perang.

Menurut para ahli, bagi banyak orang, ketakutan akan terkontaminasi radiasi juga bisa lebih berbahaya daripada radiasi itu sendiri.

Gambar selebaran ini diambil dan dirilis oleh Polisi Nasional Ukraina pada 10 Oktober 2022, menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak setelah serangan di Zaporizhzhia, di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
 (Photo by Handout / National Police of Ukraine / AFP)
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis oleh Polisi Nasional Ukraina pada 10 Oktober 2022, menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak setelah serangan di Zaporizhzhia, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Rusia saat ini menguasai wilayah Zaporizhzhia. (Photo by Handout / National Police of Ukraine / AFP) (AFP/HANDOUT)

Baca juga: Ukraina Serang Kota Krasnodar Pakai Drone Bunuh Diri

Pekan lalu, saksi mata mengatakan pasukan militer Rusia meningkatkan posisi pertahanan di dalam dan sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, menjelang serangan balasan Ukraina.

"Dalam persiapan untuk insiden radioaktif yang direncanakan, Rusia telah mengganggu jadwal rotasi inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang berbasis di pabrik tersebut," kata direktorat intelijen Ukraina, dikutip dari Al Jazeera.

Laporan tentang insiden yang direncanakan di Zaporizhzhia diulangi dalam tweet oleh perwakilan Ukraina untuk PBB di New York, Sergiy Kyslytsya.

Sergiy Kyslytsya mengatakan, peristiwa itu dapat terungkap dalam beberapa jam mendatang.

Ukraina dan Rusia Saling Tuduh

Gambar selebaran ini diambil dan dirilis oleh layanan pers kepresidenan Ukraina pada 5 Juni 2022, menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) mengunjungi posisi garis depan militer Ukraina selama perjalanan kerja ke wilayah Zaporizhzhia.
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis oleh layanan pers kepresidenan Ukraina pada 5 Juni 2022, menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) mengunjungi posisi garis depan militer Ukraina selama perjalanan kerja ke wilayah Zaporizhzhia. (HANDOUT / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP)

Baca juga: Mantan Presiden Rusia Sebut Konflik Ukraina Bisa Berlangsung Beberapa Dekade

Pernyataan Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina itu tidak memberikan bukti untuk mendukung klaimnya.

Selain itu, IAEA yang berbasis di Wina, yang sering memposting pembaruan tentang situasi di pembangkit listrik Zaporizhzhia, tidak menyebutkan adanya gangguan pada jadwalnya.

Ukraina dan Rusia telah berulang kali menuduh satu sama lain menyerang pabrik itu.

Pada Februari 2023, Rusia mengatakan Ukraina berencana untuk melakukan insiden nuklir di wilayahnya dan menyalahkan Rusia.

Rusia juga berulang kali menuduh Ukraina merencanakan operasi “bendera palsu” dengan senjata non-konvensional, menggunakan bahan biologis atau radioaktif.

Sejauh ini, tidak ada serangan seperti itu yang terjadi di Zaporizhzhia.

Pabrik Zaporizhzhia terletak di wilayah Ukraina selatan yang diduduki Rusia.

Pabrik itu adalah pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.

Daerah Zaporizhzhia telah berulang kali dilanda penembakan, dengan kedua belah pihak saling menyalahkan atas serangan berbahaya itu.

Menjelang serangan balik yang diharapkan Ukraina, kekhawatiran meningkat terkait bencana nuklir yang dapat terjadi di tengah meningkatnya aktivitas militer di sekitar Zaporizhzhia.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Konflik Rusia VS Ukraina

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas