Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Rusia Klaim Telah Hancurkan Kapal Perang Terakhir Ukraina

Rusia mengklaim telah menghancurkan kapal perang terakhir milik Ukraina. Sementara itu, Ukraina menolak mengomentari apapun klaim dari Rusia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Rusia Klaim Telah Hancurkan Kapal Perang Terakhir Ukraina
Aleksandr GIMANOV / AFP
Prajurit Ukraina menjaga kapal perusak rudal AS USS Donald Cook (DDG-75), setelah ditambatkan di pelabuhan Laut Hitam Ukraina di Odessa pada 25 Februari 2019 pagi untuk mengambil bagian dalam latihan bersama dengan kapal Angkatan Laut Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian pertahanan Rusia mengklaim pada hari Rabu (31/5/2023) bahwa pasukannya telah menghancurkan "kapal perang terakhir" Ukraina dua hari lalu di pelabuhan Odesa dengan serangan rudal.

Angkatan laut Ukraina menolak berkomentar, Independent melaporkan.

“Kapal perang terakhir angkatan laut Ukraina, Yuriy Olefirenko, dihancurkan di kapal perang yang berlabuh di pelabuhan Odesa,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov.

Konashenkov mengatakan kapal itu telah dihantam dengan "senjata presisi tinggi" pada 29 Mei, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Oleh Chalyk, juru bicara angkatan laut Ukraina, mengatakan pihaknya tidak akan menanggapi pernyataan apa pun yang dibuat sepihak oleh Rusia.

Baca juga: Malaysia tahan kapal China yang diduga menjarah kapal perang Inggris yang karam di Laut China Selatan

Angkatan Laut Ukraina juga tidak akan mengungkapkan informasi apa pun tentang kerugian selama perang, tambahnya.

Sebelumnya, Rusia mengklaim bahwa pesawat tak berawak Ukraina memicu kebakaran di kilang minyak di Rusia selatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, serangan udara juga menghantam sebuah kota Rusia dekat perbatasan untuk ketiga kalinya dalam seminggu, merusak bangunan dan membakar kendaraan.

Sementara itu, berikut perkembangan lainnya seputar situasi perang Rusia-Ukraina.

Tersisa 500 Orang di Bakhmut

Hanya ada sekitar 500 orang yang masih tinggal di Bakhmut, menurut walikota kota itu Oleksii Reva.

Jumlah itu jauh dibandingkan dengan 70.000 orang yang tinggal di kota Ukraina timur itu sebelum perang meletus.

Bakhmut menjadi sasaran pertempuran sengit selama setahun terakhir.

Baik Ukraina dan Rusia mengklaim sama-sama menguasai kota tersebut.

Perdana Menteri Belanda mengatakan Uni Eropa harus memberikan sanksi kepada Rusia yang terlibat dalam penculikan anak

Menteri Pertahanan Belanda Kajsa Ollongren, berbicara kepada militer Belanda dalam kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersama Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte di pangkalan udara Den Haag untuk melihat sampel bantuan militer yang diberikan kepada Ukraina, dalam kunjungannya di Den Haag pada Kamis (4/5/2023).
Menteri Pertahanan Belanda Kajsa Ollongren, berbicara kepada militer Belanda dalam kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersama Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte di pangkalan udara Den Haag untuk melihat sampel bantuan militer yang diberikan kepada Ukraina, dalam kunjungannya di Den Haag pada Kamis (4/5/2023). (Ukrainian Presidential Press Office)

Baca juga: Intelijen Inggris: Ribuan Tentara yang Tampil di Pawai Hari Kemenangan Rusia Bukan Tentara Sungguhan

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas