Pertama Kali dalam Sejarah, Erdogan dan PM Israel Netanyahu Bertemu Langsung
Recep Tayyip Erdogan bertemu Benjamin Netanyahu untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Penulis: Nuryanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
“Agar perdamaian terjalin di Timur Tengah, konflik Palestina-Israel harus diselesaikan pada akhirnya,” ujarnya, Selasa, dilansir The Times of Israel.
“Kami akan terus mendukung rakyat Palestina dan perjuangan mereka untuk mendapatkan hak sah berdasarkan hukum internasional," lanjut Erdogan.
"Tanpa negara Palestina yang berdasarkan perbatasan tahun 1967, sulit bagi Israel untuk menemukan perdamaian dan keamanan yang dicarinya di belahan dunia tersebut."
“Kami akan terus menghormati status bersejarah Yerusalem,” tambah Erdogan.
Baca juga: Hasil Pertemuan Erdogan-Putin, Rusia Siap Buka Keran Ekspor Gandum ke Negara yang Membutuhkan
Sebagai informasi, hubungan antara bekas sekutu tersebut memburuk setelah pasukan Israel membunuh 10 warga Turki dalam serangan tahun 2010 terhadap kapal aktivis pro-Palestina yang mencoba menerobos blokade di Jalur Gaza, yang dikuasai oleh kelompok Islam Hamas yang dilarang di Barat.
Ankara mengusir duta besar Israel, sebuah langkah yang dibatalkan pada 2016, tetapi diulangi dua tahun kemudian atas pembunuhan puluhan warga Palestina yang ikut serta dalam protes kekerasan di perbatasan Gaza.
Israel yang mengeluh atas kedatangan para pemimpin Hamas di Ankara, secara timbal balik mengusir utusan Turki pada 2018 silam.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Turki pada Maret 2022, diikuti dengan kunjungan kedua menteri luar negeri, membantu pencairan tersebut.
Sementara, Erdogan telah menggunakan podium untuk melontarkan kecaman keras terhadap Israel atas perlakuannya terhadap warga Palestina, dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2020, ia mendorong utusan Israel untuk melakukan pemogokan setelah mengatakan bahwa “tangan kotor yang menjangkau privasi Yerusalem, tempat suci tiga agama besar hidup berdampingan, terus meningkatkan keberaniannya.”
(Tribunnews.com/Nuryanti)
Berita lain terkait Recep Tayyip Erdogan