Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Janti Soeripto, Wanita Berdarah Indonesia, CEO Save the Children Kritik AS, Bantu Gaza Cuma Teater

Namanya Janti Soeripto, dia adalah wanita keturunan Indonesia yang kini menjadi CEO Save the Children Amerika Serikat.

Penulis: Muhammad Barir
zoom-in Janti Soeripto, Wanita Berdarah Indonesia, CEO Save the Children Kritik AS, Bantu Gaza Cuma Teater
Tommaso Boddi/Getty Images untuk Save the Children/AFP
President & COO, Save The Children, Janti Soeripto menghadiri Perayaan Seratus Tahun Save The Children: Sekali Seumur Hidup di The Beverly Hilton Hotel pada 02 Oktober 2019 di Beverly Hills, California. 

AS bergabung dengan negara-negara lain dalam mengirimkan bantuan ke Gaza melalui udara pada tanggal 2 Maret.

Upaya Amerika Serikat itu digambarkan oleh beberapa kelompok bantuan sebagai "teater" yang berkontribusi terhadap kekacauan di lapangan.

Padahal Amerika Serikat sangat mampu untuk menghentikan kerusakan dan pembantaian Israel di Gaza.

Upaya Amerika Serikat itu tidak banyak mencegah kelaparan yang ditimbulkan Israel terhadap 2,3 juta warga Palestina.

Bantuan kemanusiaan Amerika Serikat yang masuk ke Gaza hanyalah 'teater' kata kelompok bantuan.

AS menolak menekan Israel agar mengizinkan lebih banyak konvoi bantuan ke Gaza melalui jalur darat, yang merupakan satu-satunya cara untuk menghindari kelaparan, kata kelompok bantuan.

AS bergabung dengan negara-negara lain dalam mengirimkan bantuan ke Gaza melalui udara pada tanggal 2 Maret.

Berita Rekomendasi

Sebuah upaya yang digambarkan oleh kelompok bantuan sebagai "teater" yang berkontribusi terhadap kekacauan di lapangan.

Upaya ini tidak banyak mencegah kelaparan yang ditimbulkan Israel terhadap 2,3 juta warga Palestina.

Gambar yang diambil dari video AFPTV ini menunjukkan warga Palestina berlari menuju parasut yang menempel pada paket makanan, yang dijatuhkan dari pesawat AS di pantai Jalur Gaza pada 2 Maret 2024. - Sekutu utama Israel, Amerika Serikat, mengatakan pihaknya mulai mengirimkan bantuan melalui udara ke Gaza yang dilanda perang pada tanggal 2 Maret, ketika kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas melaporkan lebih dari selusin kematian anak-anak akibat kekurangan gizi. (Photo by AFP)
Gambar yang diambil dari video AFPTV ini menunjukkan warga Palestina berlari menuju parasut yang menempel pada paket makanan, yang dijatuhkan dari pesawat AS di pantai Jalur Gaza pada 2 Maret 2024. - Sekutu utama Israel, Amerika Serikat, mengatakan pihaknya mulai mengirimkan bantuan melalui udara ke Gaza yang dilanda perang pada tanggal 2 Maret, ketika kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas melaporkan lebih dari selusin kematian anak-anak akibat kekurangan gizi. (Photo by AFP) (AFP/-)

Komando Pusat AS mengumumkan pada hari Sabtu bahwa pesawat C-130 Angkatan Udara, yang bekerja sama dengan angkatan udara Yordania, menjatuhkan kontainer yang berisi lebih dari 38.000 makanan ke daerah kantong yang terkepung.

Kontainer-kontainer itu dijatuhkan dengan parasut di atas garis pantai Mediterania di daerah kantong yang terkepung itu untuk memungkinkan akses warga sipil terhadap bantuan penting, kata Komando Pusat.

Selama seminggu terakhir, Yordania, Mesir, UEA, dan Prancis telah membuang banyak sekali makanan siap saji, popok, dan persediaan penting lainnya.

Namun menjatuhkan bantuan dari pesawat adalah cara yang mahal dan tidak efisien untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 2 juta orang di Gaza, termasuk ratusan ribu orang yang berada di ambang kelaparan, The Washington Post melaporkan pada hari Minggu.

Untuk mencegah kelaparan yang diciptakan Israel di Gaza, AS harus menggunakan pengaruhnya untuk memaksa Israel membuka penyeberangan darat untuk konvoi bantuan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas