Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Adu Kekuatan Pasukan Khusus Iran dan Pasukan Elite Israel Jika Terjadi Perang Darat

Pasukan khusus dan pasukan elite dari kedua negara, Iran dan Israel, kemungkinan besar akan diturunkan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Adu Kekuatan Pasukan Khusus Iran dan Pasukan Elite Israel Jika Terjadi Perang Darat
Foto Kolase Tribunnews.com
Pasukan elite Israel dan pasukan khusus Iran. (Foto: The Times Of Isral/AFP) 

Pasukan Al Quds didirikan tahun 1980.

Pendiriannya merupakan respons terhadap kebutuhan Iran untuk mengekspor ideologi revolusionernya dan melindungi kepentingan nasionalnya di luar perbatasan negaranya.

Nama "Al Quds" berasal dari kata Arab untuk Yerusalem. Nama pasukan itu sebenarnya sudah mencerminkan komitmen awalnya adalah untuk pembebasan kota suci tersebut.

Kegiatan pertama pasukan itu sebagai unit yang terpisah terjadi tahun 1982, ketika mereka terlibat dalam Perang Saudara Lebanon setelah invasi Israel ke Lebanon.

Anggota gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) atau Brigade Al-Quds mengacungkan senjatanya, berparade di jalan-jalan Kota Gaza pada 5 Januari 2022.
Anggota gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) atau Brigade Al-Quds mengacungkan senjatanya, berparade di jalan-jalan Kota Gaza pada 5 Januari 2022. (Mahmud ham / AFP)

Mereka membantu kelompok Hezbullah di Lebanon, milisi yang didominasi kelompok Syiah, yang didirikan pada tahun yang sama untuk mengusir Israel. Al Quds tetap menjadi sekutu dekat dan sponsor kelompok Hezbullah bahkan setelah perang saudara berakhir tahun 1990.

 Pada tahun 1990-an, Al Quds mengalihkan perhatiannya ke perbatasan timur Iran dan memberikan dukungan kepada Aliansi Utara di Afghanistan dalam melawan munculnya Taliban.

Al Quds semakin terlihat di panggung dunia pada abad ke-21, setelah invasi AS ke Irak tahun 2003 dan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah setelah Arab Spring terjadi.

Rekomendasi Untuk Anda

Di Irak, mereka memainkan peran penting dalam mengatur dan membantu upaya milisi Syiah melawan pasukan AS, terutama berkoordinasi dengan Organisasi Badr.

Saat pemberontakan di Suriah tahun 2011 berkembang menjadi perang saudara, Pasukan Al Quds datang membantu Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang rezimnya merupakan sekutu berharga dalam "Poros Perlawanan" Iran (poros yang membentang secara geografis dari Iran hingga Lebanon).

Di lapangan, Al Quds terlibat dalam melatih dan mempersenjatai kelompok militan, mengoordinasikan strategi militer, dan bahkan berpartisipasi langsung dalam konflik.

Aktivitas ini sering kali menyebabkan ketegangan dengan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat (AS), yang melihat ekspansi pengaruh Iran sebagai ancaman terhadap kepentingannya di Timur Tengah.

Struktur dan organisasi Al Quds dirancang untuk mendukung operasinya yang unik dan serbaguna di berbagai negara. Sebagai bagian dari Korps Pengawal Revolusi Islam, Al Quds berfungsi sebagai divisi elite yang bertanggung jawab atas operasi luar negeri.

Pasukan Al Quds dipimpin seorang komandan yang bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran.

Ini menunjukkan betapa pentingnya pasukan itu dalam struktur kekuasaan Iran.

2. Pasukan Elite Israel

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas