Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kontroversi Qatar Tutup Kantor Hamas di Doha: Bantahan, Singgung Media hingga Alasan

Qatar menghadapi kontroversi setelah laporan yang menyatakan bahwa negara tersebut berencana menutup kantor Hamas di Doha.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kontroversi Qatar Tutup Kantor Hamas di Doha: Bantahan, Singgung Media hingga Alasan
X
Ismail Haniyeh dan bendera Palestina dipajang di menara Lusail, Qatar. Qatar menghadapi kontroversi setelah laporan yang menyatakan bahwa negara tersebut berencana menutup kantor Hamas di Doha. 

TRIBUNNEWS.COM - Qatar menghadapi kontroversi setelah laporan yang menyatakan bahwa negara tersebut berencana menutup kantor Hamas di Doha.

Laporan ini diikuti oleh sejumlah spekulasi mengenai upaya mediasi yang selama ini dilakukan Qatar di Gaza.

Mari kita telusuri lebih dalam mengenai situasi ini.

Sejumlah media berita, termasuk Reuters dan AFP, mengutip pejabat yang menyatakan bahwa Qatar telah memutuskan untuk menarik diri dari upaya mediasi di Gaza dan memerintahkan penutupan kantor Hamas.

Namun, Qatar segera membantah klaim ini.

Al-Ansari menjelaskan bahwa meskipun upaya diplomatik Qatar saat ini terhenti, negara tersebut tetap berkomitmen untuk mendukung inisiatif perdamaian di kawasan.

"Qatar baru memberitahukan para pihak sepuluh hari yang lalu bahwa upaya mediasi akan dihentikan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai," ungkap Al-Ansari dalam pernyataan resmi.

Rekomendasi Untuk Anda

Bantahan ini semakin kuat dengan pernyataan dari pejabat Hamas yang menolak klaim penutupan kantor tersebut.

"Kantor di Qatar telah berfungsi sebagai saluran komunikasi yang penting antara pihak-pihak terkait dan telah berkontribusi dalam mencapai gencatan senjata pada tahap-tahap sebelumnya," tambah Al-Ansari.

Qatar telah aktif dalam upaya mediasi bersama Amerika Serikat dan Mesir sejak dimulainya konflik terbaru di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.

Sejarah menunjukkan bahwa Qatar memainkan peran penting dalam perundingan dan mencapai gencatan senjata, meskipun upaya tersebut sering kali terhambat oleh tindakan agresif dari pihak lain.

Baca juga: Qatar Bantah Ditekan AS untuk Segera Tutup Kantor Hamas, Tunda Mediasi Gencatan Senjata di Gaza

Negosiasi yang berlangsung tahun lalu menghasilkan gencatan senjata satu minggu, dari 24 November hingga 1 Desember, yang berujung pada pembebasan 109 tawanan oleh Hamas dengan imbalan 240 tahanan Palestina.

Namun, setelah gencatan senjata berakhir, Israel melanjutkan serangannya yang mengganggu proses perundingan selanjutnya.

Konflik yang berkepanjangan ini telah mengakibatkan korban jiwa yang sangat tinggi.

Hingga kini, dilaporkan bahwa sedikitnya 43.552 orang telah tewas di Gaza, sementara angka kematian di Lebanon melebihi 3.000, dengan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas