Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei: AS Tak Selamanya Punya 'Tameng' di Timur Tengah
Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei mengatakan AS tak punya tempat aman di Timur Tengah dan menyerukan kepada negara Arab untuk mendukung Iran.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk, serta memperketat pengawasan di Selat Hormuz yang berdampak pada gangguan distribusi energi global.
Setelah hampir 40 hari pertempuran, kedua pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan damai masih berjalan sulit, terutama terkait tuntutan AS mengenai uranium Iran dan kebijakan di Selat Hormuz.
Di tengah proses diplomasi, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi melakukan kunjungan ke Teheran untuk melanjutkan mediasi, sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan situasi masih sangat kritis dan mengancam akan melancarkan serangan baru jika tidak ada respons yang dianggap memadai, seperti diberitakan Al Jazeera.
Saat ini, Qatar ikut mengambil peran lebih aktif, terutama karena pembicaraan mulai masuk ke isu teknis dan ekonomi mengenai tuntutan Iran untuk pencairan dana Iran yang dibekukan.
Selain itu, kunjungan delegasi Iran ke Qatar juga membahas pembukaan kembali Selat Hormuz dan uranium Iran yang menjadi tuntutan AS.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)