Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Trump Buka Misi Perdamaian Baru Usai Iran, Rusia-Ukraina Jadi Target Berikutnya

Trump Buka Misi Perdamaian Baru Usai Iran, Rusia-Ukraina Jadi Target Berikutnya, Sinyal Diplomasi Global Menguat di G7

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Trump Buka Misi Perdamaian Baru Usai Iran, Rusia-Ukraina Jadi Target Berikutnya
Facebook The White House
ZELENSKY DAN TRUMP - Gambar diambil dari Facebook The White House, Rabu (16/7/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) bertemu di Gedung Putih pada 28 Februari 2025.Trump Buka Misi Perdamaian Baru Usai Iran, Rusia-Ukraina Jadi Target Berikutnya, Sinyal Diplomasi Global Menguat di G7 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Trump, akan mengalihkan fokus diplomasi ke upaya perdamaian Rusia–Ukraina setelah kesepakatan dengan Iran  selesai. 
  • Perubahan sikap Trump mendapat sambutan positif dari para pemimpin Eropa, termasuk Inggris di bawah Keir Starme.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga menekankan pentingnya diplomasi dan koordinasi dengan Amerika Serikat, sementara Rusia masih bersikap hati-hati dan belum membuka komunikasi resmi. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan komitmennya untuk mendorong terciptanya perdamaian antara Rusia dan Ukraina setelah proses kesepakatan dengan Iran dinilai hampir selesai.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump usai bertemu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis, Rabu (17/6/2026).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Trump mengatakan dirinya siap melakukan apapun demi terciptanya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.

Trump menegaskan bahwa fokus diplomasi Amerika Serikat kini mulai bergeser kembali ke konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

“Sekarang setelah konflik AS-Iran selesai, kita akan fokus pada hal itu,” ujar Trump saat bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Untuk menyukseskan rencana tersebut, Trump bahkan turut mendesak Rusia agar segera membuka ruang negosiasi demi menghentikan jatuhnya korban jiwa di kedua belah pihak.

Rekomendasi Untuk Anda

“Rusia harus membuat kesepakatan. Rusia telah kehilangan banyak nyawa, begitu juga Ukraina,” kata Trump.

Trump mengaku telah melakukan komunikasi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, serta Zelensky sebelum KTT berlangsung. Ia optimistis peluang penyelesaian konflik masih terbuka.

“Mungkin kita bisa melakukan sesuatu,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal baru bahwa Washington ingin kembali mengambil peran utama dalam upaya penyelesaian perang di Eropa Timur.

Eropa Sambut Positif Perubahan Sikap Trump

Perubahan sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam merespons konflik Rusia–Ukraina mendapat sambutan positif dari sejumlah pemimpin Eropa.

Baca juga: Pertemuan G7: Harapan Damai dan Sanksi Baru untuk Rusia

Dalam beberapa bulan terakhir, negara-negara Eropa diketahui terus berupaya menjaga agar Amerika Serikat tetap terlibat aktif dalam penanganan perang tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan global di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan terbaru Trump yang menunjukkan fokus baru pada upaya perdamaian Rusia–Ukraina dinilai menjadi sinyal penting bagi dinamika diplomasi internasional. Para pemimpin Eropa menilai keterlibatan Washington sangat krusial untuk menekan eskalasi konflik yang telah berlangsung berkepanjangan.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut situasi perang saat ini mulai menunjukkan perubahan. 

Ia menilai Ukraina kembali memiliki momentum di medan pertempuran, seiring meningkatnya kemampuan pertahanan dan strategi militer yang dijalankan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas