Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Antri Paspor Online: Wujud Nyata Keberhasilan Gerakan Indonesia Tertib

Di tengah-tengah persaingan antar bangsa, Gerakan Indonesia Tertib membuat Indonesia terus hadir dalam pergaulan berbangsa dan menjadi barometer.

Antri Paspor Online: Wujud Nyata Keberhasilan Gerakan Indonesia Tertib
Kemenko PMK
Menko Polhukam Wiranto membuka secara resmi rangkaian acara dalam Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental yang diselenggarakan sejak tanggal 26 hingga 28 Oktober 2018. 

“Kami tidak ingin para pemohon antre cukup lama di setiap kantor-kantor imigrasi ketika ingin membuat paspor. Dengan adanya antrian paspor online berbasis aplikasi ini, setiap pemohon tidak perlu datang ke kantor imigrasi untuk membuat paspor tetapi hanya cukup registrasi melalui aplikasi sehingga mereka mengetahui secara tepat jadwal pembuatan paspor,” jelas Ronny.

Selanjutnya, antrian pembuatan paspor secara online berbasis aplikasi yang sudah dilakukan oleh Ditjen Keimigrasian merupakan bentuk terobosan dan langkah nyata dari Gerakan Indonesia Tertib.

Dengan adanya antrian secara online ini, maka Ditjen Imigrasi dapat menjauhkan para pemohon paspor dari calo-calo yang seringkali terlihat di kantor layanan imigrasi.

“Antrian paspor online berbasis aplikasi ini merupakan bentuk inovasi dan implementasi dari Gerakan Indonesia Tertib dan hingga saat ini sudah berhasil menjauhkan calo-calo dari para pemohon paspor sehingga proses ini menjadi tertib, cepat, dan transparan,” jelas Ronny.

Selain itu upaya implementasi Gerakan Indonesia Tertib juga dilakukan oleh Kemendagri melalui rekam cetak KTP Elektronik.

Zudan Arif Fakhrulloh Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri menjelaskan sebanyak 187,5 juta penduduk Indonesia atau sekitar 97 persen telah memiliki KTP Elektronik.

“Capaian ini merupakan aksi nyata dari implementasi Gerakan Indonesia Tertib yang sudah dilakukan oleh Masyarakat Indonesia dan juga meruapakan cerminan dari tertib administrasi kependudukan karena dengan adanya KTP Elektronik, maka kita secara bertahap dapat mengurangi adanya penduduk dengan identitas ganda,” jelas Zudan.

Menurut Zudan, masih terdapat sekitar tiga persen masyarakat yang masih belum memiliki KTP Elektronik dan hal ini akan terus dievaluasi oleh Kemendagri.

“Harapan saya masyarakat segera melengkapi dokumen kependudukannya terutama KTP Elektronik dengan mendatangi kantor Dinas Dukcapil. Kesadaran masyarakat inilah merupakan upaya penting untuk mewujudkan Indonesia tertib,” pungkas Zudan.

Di akhir acara disimpulkan bahwa implementasi Gerakan Indonesia Tertib di berbagai sektor sudah dilakukan dengan baik.

Selanjutnya, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh elemen bangsa terkait arti penting Gerakan Indonesia Tertib, maka seluruh pihak harus mempercepat implementasi dari gerakan ini baik di tingkat nasional maupun daerah. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas