Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cara Mengatasi Anak Tantrum

Tantrum adalah bentuk protes anak karena tak mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Emosi mereka tak terkontrol, intens, dan meledak-ledak.

TRIBUNNEWS.COM - Tantrum adalah bentuk protes anak karena tak mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Emosi mereka tak terkontrol, intens, dan meledak-ledak.

Pada saat itu, orang tua diharapkan bisa menenangkan anak.

"Itu yang pertama. Dan yang kedua, membantu anak ini supaya bisa menyalurkan emosi dengan tepat. Kalau tidak diajarkan, besok akan berkelanjutan," ucap psikolog Elizabeth Santosa dalam acara Opini di Kompas TV.

Ia mengatakan tantrum merupakan hal wajar dialami anak berusia 0 sampai 3 tahun.

"Tapi, kalau kita tak bisa menangani tantrum anak, ya akan berkelanjutan. Harusnya SD itu sudah bisa kendalikan emosinya secara baik, tapi malah berkelanjutan terus. Kalau minta apa-apa tantrum," lanjutnya.

Menurutnya, ada orang tua yang salah kaprah menghadapi anak yang mengalami tantrum.

"Mereka bilangnya, oh anak tantrum dicuekin, bukan dicuekin. Kalau dicuekin kan penelantaran ya, tapi ini dikeluarkan emosinya sampai habis, setelah habis baru diajak ngomong," terangnya.(*)

Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas